SAMARINDA, Pranala.co – Kekhawatiran masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap lonjakan kebutuhan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tampaknya tak perlu berlarut. Perusahaan Umum Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur–Kalimantan Utara memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mencukupi hingga tiga bulan ke depan.
Berdasarkan data terbaru per Selasa (17/3/2026), stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 17.676 ton. Angka tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring langkah penguatan cadangan pangan yang tengah dilakukan.
Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Kaltim-Kaltara, Mardi Harianto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mendatangkan tambahan pasokan sebanyak 17 ribu ton dari daerah produsen utama, yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
“Stok beras insyaallah aman, bahkan bisa lebih dari tiga bulan,” ujarnya.
Dengan masuknya pasokan tersebut, total cadangan beras di wilayah Kalimantan Timur diperkirakan akan menembus 34 ribu ton pada pertengahan tahun ini. Kondisi ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Tak hanya mengandalkan distribusi antarwilayah, Bulog juga aktif menyerap gabah hasil panen petani lokal. Melalui kerja sama dengan mitra penggilingan di daerah, langkah ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memastikan ketersediaan beras segar di gudang.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga di pasar tradisional maupun ritel modern, terutama saat permintaan meningkat pada momen Ramadan dan Idulfitri.
Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan sejumlah bahan pangan pokok lainnya dalam kondisi aman. Stok gula pasir, minyak goreng, jagung, hingga daging sapi disebut berada dalam kategori terkendali.
Distribusi ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim pun terus dipantau secara ketat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi kelangkaan barang maupun lonjakan harga di tingkat pedagang.
Dia beharap dengan cadangan pangan yang mencukupi, masyarakat Kaltim diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang, tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















