Pranala.co, PAREPARE – Tidak banyak wartawan daerah yang bisa menembus jantung kekuasaan di Jakarta. Apalagi bertahan di sana. Tapi Ade Cahyadi melakukannya.
Namanya mulai dikenal sejak 2005. Dari bawah. Dari bagian sirkulasi. Kemudian jadi wartawan. Dari Parepare, Palopo, Pinrang, sampai Pangkep, ia menapaki satu demi satu tangga dunia jurnalistik.
Di Jakarta, ia tak hanya bertahan. Ia bersinar.
Lebih dari dua tahun, ia meliput kementerian dan lembaga negara. Kemendagri, Kemenaker, Kemenag, Kemenhan, Mabes Polri, Mabes TNI, DPR RI, hingga KPK. Semuanya pernah ia datangi. Ia juga ikut peliputan Pilpres 2014. Mengikuti dua kubu besar: Jokowi–JK dan Prabowo–Hatta.
Setelah cukup menghirup “udara” politik nasional, ia kembali ke tanah kelahirannya: Parepare.
Di kota ini, ia kembali ke dapur redaksi. Kali ini bukan sebagai reporter. Tapi sebagai redaktur pelaksana, hingga dipercaya menjadi pemimpin redaksi Harian PAREPOS.
Ade tak hanya jago di media cetak. Ia juga pelopor media siber parepos.co.id yang kini dikenal sebagai parepos.fajar.co.id. Ia ikut membidani kelahirannya.
Saat dunia berubah ke arah digital, ia melangkah cepat. Kini ia menjabat sebagai Direktur dan Penanggung Jawab Kilassulawesi.com, media daring di bawah bendera PT Balanipa Inter Media.
Langkah dan kiprah itu menjadikannya figur kuat dalam ekosistem pers Parepare.
Tahun ini, Ade Cahyadi kembali “naik panggung”. Ia mencalonkan diri sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Parepare untuk periode 2025–2028.
Ia menjadi pendaftar pertama dalam Konferensi Kota (Konferkot) PWI Parepare. Tepatnya, Selasa, 10 Juni 2025. Ditemani tim relawan “Sahabat Ade”, ia menyerahkan berkas lengkap ke panitia. Verifikasi pun berjalan mulus. Ia dinyatakan memenuhi syarat.
Lalu, apa yang ia bawa? Ade menawarkan lima misi:
- Meningkatkan profesionalisme wartawan melalui pelatihan dan sertifikasi.
- Memperkuat solidaritas dan kesejahteraan anggota PWI.
- Menjalin kemitraan dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil.
- Menjaga independensi dan etika jurnalistik.
- Menguatkan peran media dalam pembangunan daerah.
“Bukan soal menang-kalah,” kata Ade. “Tapi bagaimana organisasi ini bisa lebih kuat, lebih bermanfaat, dan lebih mandiri.”
Ade bukan nama baru di organisasi pers. Ia pernah memimpin SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Kota Parepare. Ia tahu cara membangun. Ia tahu cara merangkul.
Kini, PWI jadi panggung berikutnya.
Ia ingin PWI menjadi rumah bersama. Tempat para wartawan belajar, berkembang, dan berjejaring. Bukan sekadar tempat kumpul, tapi tempat tumbuh.
Apakah ia akan terpilih? Kita lihat nanti, 14 Juni 2025. Saat Konferkot PWI Parepare digelar.
Yang jelas, Ade sudah punya semua modalnya: pengalaman, jaringan, dan visi yang matang. Tinggal satu lagi: mandat dari kawan-kawan seprofesi. [IR/RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















