SAMARINDA, Pranala.co – Lima perusahaan otobus (PO) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), terpaksa menghentikan operasional bus yang melayani rute Samarinda–Bontang dan Samarinda–Sangatta. Penurunan jumlah penumpang menjadi faktor utama yang membuat kelima PO ini tidak lagi beroperasi.
Koordinator Terminal Lempake Samarinda, Suharyanto, menyebutkan, lima PO yang berhenti beroperasi terdiri dari dua bus untuk trayek Samarinda–Bontang, yaitu Bus Gelora dan Damri, serta tiga bus untuk trayek Samarinda–Sangatta, yakni Bus Suma Karya, Damri, dan Bus Tujuh Saudara.
Suharyanto menjelaskan, meski kelima PO tersebut masih memiliki izin trayek yang berlaku, jumlah penumpang yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir membuat operasional tidak lagi seimbang antara biaya dan pendapatan.
“Beberapa tahun lalu juga ada PO Tujuh Bersaudara yang beroperasi, namun berhenti karena penumpang menurun. Kini PO Tujuh Bersaudara dilebur dengan Jahe Raya menjadi PO Putra Jahe,” ujarnya.
Izin trayek bus dikeluarkan setiap lima tahun sekali, sehingga perpanjangan izin dilakukan ketika jumlah penumpang masih tinggi. Namun tren penurunan penumpang yang terus berlanjut memaksa beberapa PO menghentikan operasional.
Berdasarkan data Terminal Lempake Samarinda, untuk trayek Samarinda–Bontang kini hanya tersisa tiga PO yang masih aktif, yakni PO Bone Indah Jaya, Arafat Jaya, dan PO Sapu Lidi. Sedangkan untuk trayek Samarinda–Sangatta, empat PO yang masih beroperasi adalah PO Putra Jahe, Bone Indah Jaya, Arafat Jaya, dan PO Setia Mas.
“Dulu, saat penumpang masih ramai, tiap trayek bisa ada 35 bus dengan penumpang lebih dari 20 orang per bus. Sekarang, jumlah bus dan penumpang menurun drastis, sebagian besar orang beralih ke mobil pribadi,” jelas Suharyanto.
Penurunan jumlah penumpang terlihat jelas bahkan pada musim mudik Idulfitri. Meskipun ada beberapa hari yang ramai, rata-rata keberangkatan bus hanya dua sampai tiga per trayek dengan jumlah penumpang maksimal sekira 20 orang per bus. (RE/ANT)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















