PANGKEP, Pranala.co — Tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Kalibone, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), mendadak menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Keluhan warga yang merasa terganggu dengan kondisi tersebut pun bermunculan, menandai persoalan kebersihan yang belum tertangani secara optimal.
Dalam video yang beredar luas, terlihat sampah berserakan hingga meluber ke area depan pasar. Tidak hanya mengganggu pemandangan, bau menyengat yang ditimbulkan juga membuat aktivitas jual beli menjadi tidak nyaman, baik bagi pedagang maupun pengunjung.
Keluhan itu salah satunya disampaikan akun media sosial bernama Nelly. Ia mempertanyakan kinerja petugas kebersihan, mengingat iuran sampah disebut tetap dibayarkan secara rutin oleh warga dan pedagang.
“Adakah solusi untuk sampah di Pasar Kalibone yang sudah penuh sampai ke depan? Bayar sampah lancar, tapi sampah dibiarkan menumpuk dan busuk,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian ramai mendapat tanggapan dari warganet.
Respons publik pun mengalir deras. Sejumlah komentar menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang lebih disiplin dan terjadwal, terutama di kawasan pasar yang memiliki volume sampah tinggi setiap harinya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep, Lukman Murtala, memastikan pihaknya segera mengambil langkah cepat. Ia menegaskan bahwa pengangkutan sampah akan dilakukan secepatnya untuk mengatasi penumpukan yang terjadi.
“Kami pastikan hari ini segera diangkut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Pernyataan tersebut diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat sekaligus memulihkan kondisi pasar agar kembali bersih dan nyaman. Pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi warga dinilai harus mendapatkan perhatian serius, terutama dalam hal kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Warga pun berharap penanganan ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan diikuti dengan sistem pengangkutan yang lebih teratur dan pengawasan yang konsisten. Dengan begitu, kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















