Pranala.co, PANGKEP – Keluhan soal bantuan sosial kembali mencuat di Kabupaten Pangkep. Kali ini datang dari Kampung Balombong, Desa Tamangapa.
Sejumlah warga menilai penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah desa tidak tepat sasaran. Bahkan, ada warga yang mengaku tak pernah tersentuh bantuan sama sekali.
Salah satunya adalah Muhammad Ridwan Nongken. Ia menyampaikan keluhannya saat Ketua Komisi II DPRD Pangkep, Lutfi, berkunjung ke rumahnya.
Ridwan mengaku selama ini tidak pernah menerima bantuan apa pun dari Kantor Desa Tamangapa. Padahal, menurutnya, kondisi ekonomi keluarganya layak menjadi penerima.
“Kami tidak pernah menerima bantuan dari desa. Pendataan pun tidak pernah dilakukan. Tidak ada petugas yang datang melihat kondisi kami,” ujar Ridwan.
Ia menuturkan, rumah yang ditempatinya jauh dari kata layak. Bangunannya sederhana. Atapnya bocor di beberapa bagian.
“Rumah kami tidak besar dan tidak megah. Atap rumah saja bocor-bocor, tapi tidak pernah didata. Kami merasa diabaikan,” katanya.
Keluhan tersebut disampaikan Ridwan sebagai bentuk harapan. Ia ingin ada evaluasi serius terhadap proses pendataan dan penyaluran BLT di tingkat desa.
Warga Kampung Balombong berharap pendataan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Mereka ingin bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, bukan sekadar berdasarkan data lama atau kedekatan tertentu.
Selain itu, warga juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat. Tujuannya agar tidak ada lagi masyarakat yang terlewat atau terpinggirkan dalam program bantuan sosial.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Pangkep, H. Lutfi, menegaskan pentingnya perbaikan data penerima bantuan sosial.
“Banyak keluhan dari masyarakat soal bantuan sosial. Kami berharap OPD terkait terus memperbaiki data penerima dan menjelaskan secara terbuka syarat-syarat penerima bantuan agar tepat sasaran,” ujar Lutfi.
Ia juga mendorong adanya penandaan khusus bagi rumah penerima bantuan. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan transparansi sekaligus pengawasan di lapangan.
“Kalau perlu, rumah penerima bantuan dipasangi plang atau stiker agar jelas dan bisa diawasi bersama,” tegas dia. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















