Pranala.co, BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menilai pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di pusat kota masih belum optimal. Padahal, sejumlah taman dan ruang terbuka yang telah dibangun pemerintah daerah dinilai sudah memiliki infrastruktur yang cukup memadai.
Menurut Sakirman, kondisi tersebut sangat disayangkan karena fasilitas yang telah tersedia belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan produktif.
“Sayang jika sudah dibangun, tapi tidak dimanfaatkan masyarakat,” ujar Sakirman, Sabtu (7/3/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, persoalan utama saat ini bukan lagi pada pembangunan fisik RTH, melainkan belum adanya konsep dan strategi pengelolaan yang jelas. Ia menegaskan, ruang terbuka hijau seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota atau elemen estetika, tetapi juga menjadi ruang publik yang hidup dan inklusif.
Menurutnya, taman kota dan ruang terbuka memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan olahraga, seni dan budaya, hingga aktivitas ekonomi.
“Taman kota dan ruang terbuka bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti olahraga, seni budaya, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Sakirman mendorong pemerintah daerah agar melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam pengelolaan ruang terbuka hijau. Keterlibatan itu dapat meliputi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas olahraga, komunitas seni, hingga kelompok edukasi.
Dengan kolaborasi tersebut, RTH dapat diisi dengan beragam kegiatan rutin, seperti senam bersama, pentas seni, bazar UMKM, hingga kelas literasi terbuka bagi masyarakat.
“Iya dong. Kalau masyarakat dilibatkan, RTH tidak hanya menjadi pemanis kota, tetapi benar-benar hidup dan bermanfaat,” katanya.
Meski demikian, ia juga menekankan pentingnya perawatan dan pengawasan fasilitas secara berkala. Hal itu dinilai penting untuk memastikan kebersihan, keamanan, serta kelayakan sarana dan prasarana di ruang publik tetap terjaga.
Sakirman berharap pembangunan RTH di Kabupaten Berau ke depan tidak hanya berfokus pada proyek fisik semata, tetapi juga disertai dengan konsep pengelolaan yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Saya berharap pembangunan RTH ke depan tidak hanya berhenti pada proyek fisik, tetapi disertai konsep pengelolaan berkelanjutan,” pungkasnya. (ADS/DPRD BERAU)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















