Pranala.co, BONTANG — Tahun ini, Pemkot menggelontorkan anggaran Rp29,6 miliar untuk Program Bontang Pintar. Program ini bukan sekadar bantuan. Ia disiapkan sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Bontang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut Bontang Pintar dirancang untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil dan inklusif. Semua anak harus punya kesempatan belajar yang sama. Tanpa terkendala biaya penunjang sekolah.
“Bontang Pintar adalah pondasi penguatan SDM. Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar Agus Haris, Rabu (14/1/2026).
Program Bontang Pintar menyasar peserta didik dari berbagai jenjang. Mulai PAUD, TK, SD, hingga SMP. Bantuan diberikan melalui Kartu Bontang Pintar yang dapat digunakan langsung untuk kebutuhan pendidikan.
Skema ini juga diharapkan mengakhiri praktik pungutan di sekolah. Hal yang selama ini masih menjadi keluhan sebagian orang tua.
“Kalau program ini sudah berjalan, tidak ada lagi alasan sekolah melakukan pungutan kepada siswa,” tegasnya.
Tak hanya bantuan langsung, Pemkot Bontang juga menyiapkan kebijakan pendukung. Perlengkapan sekolah gratis akan dibagikan. Ribuan tablet pintar disalurkan khusus untuk siswa SMP.
Penguatan literasi turut menjadi perhatian. Perpustakaan keliling digerakkan. Wisata literasi diperluas. Program kejar paket ditargetkan berjalan optimal hingga 2026.
“Inovasi literasi terus kita dorong agar budaya membaca dan belajar tumbuh di sekolah dan masyarakat,” kata Agus Haris.
Menurutnya, pendidikan yang kuat bukan hanya soal nilai akademik. Pendidikan harus membentuk generasi yang mampu mengelola pengetahuan, karakter, dan keuangan sebagai bekal hidup.
Dengan dukungan anggaran besar dan kebijakan terintegrasi, Pemkot Bontang berharap pendidikan tidak lagi menjadi beban keluarga. Sebaliknya, menjadi jalan pembuka menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Bontang. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















