Pranala.co, KUKAR – Jalan poros Samarinda–Bontang di Kilometer 59 kini mulai menampakkan wajah baru. Sebuah rest area yang akan menjadi kebanggaan Kalimantan Timur sedang dibangun: Odah Bekenyawa namanya.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (Harum), turun langsung meninjau progres pembangunan rest area milik PPM Minerba Kaltim ini, Jumat (11/7/2025). Lokasinya berada di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Tempat ini sangat strategis. Rindang. Asri. Harus segera selesai,” ujar Gubernur Kaltim.
Gubernur Kaltim melihat potensi besar rest area ini. Bukan hanya untuk singgah, tapi juga sebagai sentra UMKM, pusat wisata lokal, dan ruang ibadah yang nyaman.
Yang paling menyedot perhatian Gubernur adalah kopi luwak khas Prangat Baru. Meski bukan pecinta kopi, Harum mengaku terpikat aroma khas yang menyeruak dari cangkir.
“Baru cium aromanya saja sudah terasa mahal. Jual Rp200 ribu per cangkir pun tidak masalah, asal kualitasnya sebanding,” katanya sambil tersenyum.
Ia ingin para pelintas jalan tahu bahwa Desa Prangat Baru punya sesuatu yang spesial. Bukan hanya tempat istirahat, tapi juga cerita rasa dan budaya lokal.
Fasilitas Harus Lengkap dan Profesional
Rest area ini akan memiliki musala, toilet bersih, tempat makan, area parkir luas, camping ground, hingga arena bermain anak. Semua disiapkan agar nyaman untuk keluarga, wisatawan, hingga pengendara jarak jauh.
Harum meminta pengelolaan rest area dilakukan secara profesional. Ia menegaskan, pembangunan tak harus melulu mengandalkan APBD.
“CSR perusahaan, PNBP, TJSL – semuanya bisa dimanfaatkan. Tapi konsep dan kepemilikannya harus jelas dulu,” katanya.
Gubernur Kaltim menargetkan Odah Bekenyawa bisa beroperasi sebelum HUT ke-80 RI, 17 Agustus 2025.
“Saya ingin upacara 17-an nanti disambut dengan rest area baru yang jadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.
Gotong Royong Rp3,5 Miliar
Ketua Forum PPM Sektor Minerba Kaltim, Muslim Gunawan, menjelaskan bahwa total biaya pembangunan diperkirakan Rp3,5 miliar. Saat ini, komitmen dana dari perusahaan sudah mencapai Rp1,5 miliar.
“Masih kurang, tapi semangat gotong royong tetap kami jaga,” ujarnya.
Rest area ini dirancang untuk menampung 50–100 kendaraan dan bisa diperluas hingga satu hektare. Bangunan utamanya berupa Lamin Dayak modern yang akan diisi tenant kuliner lokal dan kantor pengelola.
“Air bersih kami siapkan dari berbagai sumber. Bahkan sedang kami coba teknologi penangkap uap air agar pasokan tetap aman,” tambah Muslim.
Rest area ini akan didampingi langsung oleh Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman, yang akan membantu manajemen UMKM desa selama setahun ke depan.
Odah Bekenyawa, dalam bahasa lokal berarti “tempat bersatu hati”. Nama itu tampaknya pas. Sebab rest area ini bukan cuma tempat singgah, tapi juga pusat harapan baru: bagi ekonomi warga, bagi produk lokal, dan bagi wajah pariwisata Kaltim ke depan.
Dan siapa tahu, suatu saat nanti, kopi luwak Prangat Baru benar-benar bisa jadi cerita yang diburu penikmat kopi dari seluruh penjuru negeri.













