Pranala.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menyambut optimistis peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Infrastruktur energi terintegrasi milik Pertamina ini dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan ketahanan energi nasional sekaligus membawa dampak langsung bagi masyarakat Kota Minyak.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyatakan keberadaan RDMP diharapkan mampu menjawab persoalan klasik di daerah, mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) hingga pasokan LPG.
“Mudah-mudahan begitu ya, karena LPG pun juga menjadi salah satu produksi dari RDMP ini,” ujar Bagus, Rabu (14/1/2026).
Kendati demikian, Bagus menekankan bahwa keberhasilan RDMP dalam menjamin ketersediaan energi harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya di sektor distribusi.
“Infrastruktur distribusi harus disiapkan dengan baik, mulai dari penyaluran, penjualan, hingga penertiban agen-agen,” jelasnya.
Di katakannya, pemerintah juga akan terus melakukan pembukaan jaringan gas bagi masyarakat. “mudah-mudahan nanti ada beberapa hal yang baru, kita akan membuka jaringan gas baru untuk masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurut Bagus, diresmikannya RDMP Balikpapan merupakan momentum strategis karena sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto, yakni penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional.
“Seperti yang selalu disampaikan beliau, khususnya terkait ketahanan pangan, sejak 31 Desember 2025 kita sudah mencapai swasembada beras,” ungkapnya.
Sementara di sektor energi, Bagus menyebutkan berdasarkan laporan Direktur Pertamina yang diperkuat oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, kebutuhan solar nasional saat ini sudah tidak lagi bergantung pada impor.
“Untuk Pertalite dan BBM lainnya memang masih ada sedikit impor, namun ditargetkan akan ditingkatkan dan diperbaiki pada tahun 2027,” katanya.
Bagi Balikpapan, kehadiran RDMP memiliki arti strategis bagi kota Balikpapan. Karena RDMP ini merupakan pusat industri hulu dan hilir migas.
Tentu, hadirnya RDMP ini dinilai membuka peluang besar, terutama bagi generasi muda. “Anak-anak muda bisa mendapatkan kesempatan kerja, peluang berinisiatif, serta terlibat langsung dalam proses modernisasi,” ujarnya.
Di samping itu, ia menilai generasi muda Balikpapan memiliki peran penting sebagai agent of change, agent of modernization, dan agent of development. Ia berharap kehadiran RDMP mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di kota ini.
“Mudah-mudahan dengan adanya RDMP ini, angka pengangguran turun dan angka kemiskinan juga bisa ditekan,” tambahnya.
Bagus juga mengingatkan seluruh masyarakat Balikpapan untuk turut menjaga keberlangsungan RDMP, mengingat proyek ini merupakan proyek strategis nasional sekaligus aset nasional dengan nilai investasi yang sangat besar.
“Dari sisi nilainya saja sudah mencapai Rp127 triliun. Ini luar biasa dan harus kita jaga bersama,” tutup Bagus. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















