Pranala.co, BALIKPAPAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional terbesar di Indonesia. Kehadiran Presiden mendapat sambutan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyebut kehadiran Presiden dalam peresmian RDMP sebagai kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.
Menurutnya, momen tersebut menegaskan posisi Balikpapan dalam peta industri nasional.
“Kami tentu sangat senang karena Presiden Prabowo hadir langsung di Balikpapan. Apalagi yang diresmikan adalah salah satu proyek terbesar di Indonesia,” ujar Yusri, Selasa (13/1/2026).
Yusri menilai, peresmian RDMP membawa perubahan citra bagi Balikpapan. Kota ini tidak lagi hanya dikenal sebagai pintu gerbang Kaltim. Balikpapan kini juga diakui sebagai daerah dengan industri strategis berskala nasional.
“Kami bangga. Balikpapan hari ini dinyatakan sebagai kota dengan industri besar. Bukan sekadar kota transit, tetapi kota yang memiliki objek vital nasional yang sangat penting,” katanya.
Komisi III DPRD Balikpapan berharap keberadaan RDMP memberi manfaat nyata bagi daerah. Tidak hanya untuk ketahanan energi nasional, tetapi juga untuk peningkatan pendapatan kota.
Lebih jauh, proyek ini diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat Balikpapan secara langsung. Meski demikian, Yusri mengingatkan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal.
Ia meminta pihak pengelola RDMP memprioritaskan putra-putri daerah dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
“Kami berharap pengelola tidak melupakan masyarakat lokal Balikpapan. Pemberdayaan putra-putri daerah harus diutamakan,” tegasnya.
Menurut Yusri, karena sumber daya alam dikelola di wilayah Balikpapan, maka manfaatnya juga harus dirasakan oleh warga setempat.
“Paling tidak, dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur,” ujarnya.
Yusri juga menyinggung keberadaan tenaga kerja dari luar daerah. Ia tidak menutup kemungkinan adanya pekerja dari luar Balikpapan dan Kalimantan Timur.
Namun, jumlahnya harus jelas dan keberadaannya diharapkan memberi kontribusi nyata bagi kota.
“Jangan hanya datang bekerja, lalu pulang tanpa memberi dampak bagi Balikpapan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Yusri meminta Pertamina dan pihak pengelola RDMP lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat. Ia berharap proyek strategis ini benar-benar membawa efek positif yang berkelanjutan.
“Pengelola harus peka dan memastikan kegiatan ini memberi dampak nyata dan positif bagi Kota Balikpapan,” pungkasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















