Pranala.co, BONTANG – Persiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai dimatangkan. Pemerintah bersama aparat keamanan dan berbagai instansi lintas sektor memastikan kesiapan menghadapi lonjakan arus mudik di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 yang digelar secara virtual, Senin (9/3/2026) siang.
Di Kota Bontang, rakorda berlangsung di Ruang Rupatama Polres Bontang. Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Pemerintahan dan Hukum Kota Bontang, Anwar Sadat, serta Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano bersama unsur terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah instansi memaparkan kesiapan masing-masing sektor guna memastikan perjalanan mudik berjalan lancar dan aman.
Berdasarkan hasil pemaparan, puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Prediksi tersebut menjadi dasar bagi aparat keamanan dan instansi terkait dalam menyiapkan strategi pengamanan serta pelayanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Dari sisi energi, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur dilaporkan berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan BBM menjelang mudik Lebaran. Pasokan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.
Selain energi, ketahanan pangan juga menjadi perhatian dalam rakorda tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan stok pangan di Kaltim dalam kondisi aman dan relatif melimpah.
Ketersediaan bahan pokok di tingkat distributor hingga pergudangan dinilai stabil, sehingga tidak terdapat indikasi potensi krisis maupun kelangkaan menjelang hari raya.
Antisipasi Bencana dan Lonjakan Penumpang
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mengantisipasi potensi gangguan akibat bencana alam. Langkah mitigasi telah disiapkan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan bencana guna meminimalkan dampak terhadap arus mudik maupun arus balik.
Sementara itu, untuk sektor transportasi, berbagai pihak telah menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi lonjakan jumlah penumpang.
Instansi seperti KSOP dan Angkasa Pura menyiapkan tambahan armada apabila diperlukan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di jalur laut maupun udara.
Di sisi lain, pengelola jalan tol dan jalan utama juga menyiapkan sejumlah pos pelayanan bagi pemudik. Pos tersebut akan memberikan layanan informasi, bantuan darurat, hingga fasilitas istirahat bagi pengguna jalan.
Dalam rangka pengamanan Idulfitri, Polda Kaltim bersama jajaran Polres, TNI, dan instansi terkait akan menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Ketupat Mahakam 2026.
Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret 2026 pukul 00.00 Wita hingga 25 Maret 2026 pukul 24.00 Wita.
Operasi ini merupakan upaya pemeliharaan keamanan yang mengedepankan langkah preventif dan preemtif. Kegiatan tersebut juga didukung fungsi kehumasan, penegakan hukum, serta bantuan operasional lainnya. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















