BALIKPAPAN – Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memproyeksikan lonjakan jumlah penumpang hingga 444.589 orang selama periode Lebaran 2025. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, menyatakan bahwa tradisi mudik tahunan dan momentum libur panjang menjadi pendorong utama meningkatnya mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 7 April 2025, dengan proyeksi 24.497 penumpang. “Kami memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 27 Maret 2025 atau H-3 Lebaran, dengan estimasi pergerakan penumpang mencapai 24.687 orang dalam satu hari,” ujar Handy dalam keterangan resminya, Jumat (21/3/2025).
Lonjakan Penerbangan dan Volume Kargo
Selain peningkatan jumlah penumpang, Bandara SAMS Sepinggan juga mencatat pertumbuhan pergerakan pesawat dan volume kargo. Diperkirakan ada 3.690 penerbangan yang melayani arus mudik dan balik, mengalami kenaikan sebesar 9% dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, volume kargo diproyeksikan mencapai 3.786 ton atau naik 16%. Handy menyebutkan peningkatan ini didorong oleh kebutuhan logistik selama periode Lebaran serta kebijakan tarif insentif maskapai yang menjadikan harga tiket pesawat lebih terjangkau.
Operasional 24 Jam dan Penambahan Personel
Menghadapi lonjakan penumpang, Bandara SAMS Sepinggan memberlakukan operasional selama 24 jam sesuai kebutuhan. Posko pelayanan informasi didirikan untuk memberikan bantuan dan informasi bagi para penumpang.
“Kami telah mempersiapkan diri secara matang dengan menyiagakan 807 personel internal yang bekerja secara bergilir di tiga shift, yaitu pagi, siang, dan malam. Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari 10 personel eksternal untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan,” jelas Handy.
Selama periode Lebaran, rute penerbangan menuju Jakarta (CGK/Cengkareng), Surabaya, dan Makassar menjadi tujuan favorit dari Bandara SAMS Sepinggan. Handy menegaskan, untuk menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya aktivitas, pihaknya berkoordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan cuaca. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 3