BALIKPAPAN, Pranala.co —Menjelang malam takbiran hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polresta Balikpapan mulai memfokuskan pengamanan di titik-titik keramaian. Lonjakan aktivitas masyarakat pada malam takbiran diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya kepadatan lalu lintas, sehingga menjadi perhatian utama dalam Operasi Ketupat 2026.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, kegiatan ini merupakan bagian dari operasi terpusat yang telah berlangsung sejak 13 Maret 2026, diawali dengan pengamanan arus mudik.
“Kalau dilihat dari timeline, operasi ini sejak awal untuk menyambut dan melepas para pemudik. Sekarang kita masuk pada tahap pengecekan kesiapan personel dan peralatan menghadapi malam takbiran,” ujar usai menggelar apel gelar pasukan sebagai bagian dari rangkaian Operasi Ketupat 2026, Jumat (20/3/2026)
Menurutnya, karakter pengamanan malam takbiran berbeda dibanding fase sebelumnya. Fokus utama kini bergeser pada potensi lonjakan aktivitas masyarakat di jalan.
“Jadi malam takbiran sasarannya adalah keramaian masyarakat yang bisa berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas,” jelas Jerrold.
Karena itu, kata dia, kehadiran personel gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Balikpapan yang merayakan.
Selain fokus malam takbiran, Jerrold menyebut, pengamanan juga disiapkan untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri pada 21 Maret 2026. Lanjut, berdasarkan hasil asesmen, terdapat 61 masjid yang menjadi prioritas pengamanan dan tersebar di enam kecamatan.
“Ini menjadi atensi kami dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri,” tambahnya.
Jerrold mengungkapkan, dalam pengamanan ini, sebanyak 609 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait dikerahkan dalam operasi tersebut. Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan sejak awal pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026.
Personel disebar di sejumlah titik strategis, termasuk tiga pos pengamanan utama di Plaza Balikpapan, Balikpapan Super Block (BSB), dan Manggar yang menjadi akses menuju jalan tol.
Selain itu, pos terpadu juga didirikan di Kariangau, Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Semayang, dan Bandara Sepinggan. Sementara pos pantau disiapkan secara fleksibel untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu.
“Pos pantau ini bisa berpindah sesuai kondisi di lapangan apabila terjadi antrean atau kepadatan,” ungkapnya.
Jerrold menambahkan, Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung hingga seluruh rangkaian pengamanan Idul Fitri dinyatakan selesai.
Dalam kesempatan itu, Jerrold juga mengimbau masyarakat agar merayakan malam takbiran dengan tertib dan tetap mengutamakan keselamatan.
Dia menekankan pentingnya kesadaran bahwa jalan raya digunakan bersama oleh berbagai pengguna. “Perlu diingat, kita tidak sendiri di jalan. Ada pejalan kaki, pengendara motor, dan mobil,” katanya.
Di samping itu, masyarakat juga diminta memastikan kendaraan yang digunakan sesuai spesifikasi dan peruntukannya. Penggunaan knalpot tidak standar maupun modifikasi berlebihan, termasuk sound system yang melampaui kapasitas, diminta untuk dihindari.
Di satu sisi, ia mengingatkan agar tidak membawa penumpang di dalam bagasi kendaraan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan. “Hal itu sangat membahayakan, apalagi jika terjadi kecelakaan, bisa menimbulkan kerugian bagi orang tersebut,” tegasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














