Pranala.co, BONTANG – Sebuah video yang menampilkan seorang pria diduga mengucapkan doa berbuka puasa dengan menyelipkan kata-kata tidak pantas viral di media sosial dan menuai perhatian masyarakat. Video tersebut disebut-sebut direkam di wilayah Kota Bontang.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut awalnya diminta membacakan doa berbuka puasa. Namun, saat melafalkan doa, ia diduga menyisipkan kata-kata kasar sehingga dinilai tidak pantas dan memicu reaksi dari warganet.
Menanggapi beredarnya video tersebut, pihak kepolisian menyatakan sedang menelusuri identitas pria yang ada dalam rekaman tersebut.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Randy Anugrah mengatakan, hingga saat ini polisi masih mengumpulkan informasi awal terkait sosok pria dalam video yang viral tersebut.
“Menurut anggota saya, orang tersebut sering mengamen di depan Masjid Al-Hijrah,” ujar Randy, Senin (9/3/2026).
Berdasarkan informasi sementara yang diterima polisi, pria tersebut diduga merupakan warga Bontang. Namun demikian, kepolisian masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan identitas yang bersangkutan.
Randy menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah mencari keberadaan pria tersebut untuk dimintai klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial.
“Untuk sekarang kami cari dulu orangnya, nanti kami minta klarifikasi,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait video tersebut. Meski begitu, polisi tetap memantau perkembangan kasus tersebut.
Apabila nantinya terdapat laporan resmi yang masuk, kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk meminta keterangan dari ahli bahasa guna menilai apakah isi dalam video tersebut mengandung unsur pelanggaran hukum.
“Nanti ahli yang kami ambil keterangannya bisa menentukan apakah ada unsur pidananya atau tidak,” jelas Randy.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















