Pranala.co, BONTANG – Ratusan orang tua, pelajar, dan tamu undangan menyaksikan pelepasan resmi Marching Band Pupuk Kalimantan Timur (MBPKT) menuju Thailand World Marching Band Championship (TWMC) 2025 di Stadion Mulawarman, Senin (8/12/2025) sore.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, tampil penuh semangat saat memberikan sambutan. Ia menegaskan rasa bangganya terhadap PKT, yang konsisten membina generasi muda tidak hanya dalam musik, tetapi juga karakter.
“Saya ucapkan terima kasih kepada PKT atas komitmen luar biasa dalam membangun SDM Bontang. Kalian hebat,” ujar Neni, disambut tepuk tangan meriah.
Neni juga menitipkan pesan penting kepada para peserta. Mulai dari menjaga kesehatan hingga tetap percaya diri menghadapi kompetisi internasional.
“Bunda yakin kalian mampu. Vincero, I will, I win. Insyaallah kalian bisa. Kita akan menang,” tegasnya.
Dengan gaya khas keibuannya, Neni bahkan menjanjikan akan ikut mendampingi tim ke Thailand.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Gus Rizal, menekankan bahwa marching band bukan sekadar musik. Latihan ini membentuk disiplin, kerja sama, dan karakter kuat.
“Ada ketukan, ada gerakan, ada formasi. Semua harus harmonis. Di sinilah anak-anak belajar bekerja dalam tim, bukan bergerak sendiri-sendiri,” jelasnya.
Ia menegaskan prestasi MBPKT membuktikan bahwa Bontang tidak kalah dari kota besar manapun.
“Kalian membawa nama Bontang, Kalimantan Timur, dan Indonesia. Tunjukkan kemampuan terbaik di setiap langkah,” kata Rizal.
Ketua MBPKT, Dwi Agung Wibowo, melaporkan bahwa pada TWMC 2025, MBPKT menjadi satu-satunya tim yang membawa nama Indonesia.
Prestasi ini diraih setelah hampir satu tahun latihan intensif untuk mematangkan ritme, harmoni, dan formasi.
“Kami mengirim 135 personel terbaik, terdiri dari pemain, pelatih, dan official. Rencananya berangkat 14 Desember dan kembali 23 Desember 2025,” ujar Dwi Agung.
TWMC 2025 digelar di Sisaket, Thailand, diikuti negara-negara kuat seperti Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Korea Selatan, Malaysia, dan Sri Lanka. Kompetisi ini mendapat dukungan Pemerintah Kerajaan Thailand, bahkan Perdana Menteri Thailand dijadwalkan menyerahkan Royal Trophy kepada pemenang.
MBPKT akan turun di tiga kategori utama: Drum Battle (Professional Class); Indoor Marching Arts Winds (Independent Class); dan World Class, kategori paling prestisius.
Ajang internasional ini bukan hanya soal medali. Marching band mengajarkan disiplin, fokus, kerja tim, menghargai proses, dan menghormati perbedaan kemampuan.
Bagi para pemain, pengalaman ini menjadi bekal masa depan. Bagi Bontang dan Indonesia, ini bukti bahwa talenta lokal mampu bersaing di panggung global.
Pelepasan ditutup dengan doa bersama. Orangtua memeluk anak-anak mereka, beberapa menahan haru. Semua berharap duta muda Bontang pulang membawa pengalaman berharga dan, semoga, kemenangan. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















