Pranala.co, BONTANG – Kisah pilu terjadi di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang. Seorang pemuda berinisial FD tega menguras habis barang-barang di rumahnya. Semua dijual demi satu hal: minuman keras oplosan atau yang akrab disebut ngoteng.
Tidak berhenti di situ. FD juga membuat order fiktif lewat aplikasi transportasi online Maxim. Ulahnya menyeret sejumlah driver ojek online (ojol) yang akhirnya merugi hingga ratusan ribu rupiah.
Dalam sebuah video yang diterima Pranala.co, ibunda FD tak kuasa menahan tangis. Suaranya parau ketika menceritakan perbuatan anaknya.
“Semua barang di rumah sudah habis dijual. Baju, motor, bahkan barang-barang kecil pun sudah tidak ada. Karena tak ada lagi yang bisa dijual, dia menipu orang lewat order palsu,” ucapnya lirih.
Sang ibu mengaku hatinya hancur saat tahu banyak driver ojol jadi korban. Ia juga mengatakan sudah berkali-kali meminta FD mencari pekerjaan. Namun, semua nasihat tak digubris.
“Baru sekarang saya sadar, hati anak saya sudah dibutakan oleh minuman itu,” tambahnya dengan sedih.
Ketua RT 14 Tanjung Laut Indah, Andi Sudarman, membenarkan laporan warga terkait peristiwa ini. Ia mengaku langsung membawa FD bersama para driver ojol untuk dimediasi di Polsek Bontang Selatan.
“Jangan sampai masalah ini menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi banyak ojol yang jadi korban,” terangnya.
Menurut Andi, ada enam driver ojol yang menjadi korban. Kerugian mereka bervariasi, antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Total kerugian ditaksir mencapai Rp950 ribu.
“Untungnya keluarga pelaku bersedia mengganti semua kerugian. Jadi kasus ini bisa selesai secara kekeluargaan dan tidak berlanjut ke ranah hukum,” jelasnya. (FR)
















