SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mengintensifkan upaya untuk menurunkan tingkat stunting di wilayahnya melalui berbagai kebijakan dan intervensi yang terencana.
Salah satu langkah penting yang diambil adalah penyelenggaraan acara Rembuk Stunting Tahun 2024, yang digelar dengan sukses di Hotel Mercure, Selasa (25/6/2024).
Acara Rembuk Stunting tahun ini mengangkat tema “Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2024” serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengukuran dan intervensi serentak untuk pencegahan stunting.
Dalam pidatonya, Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan komitmen pemerintah dengan mengalokasikan bantuan keuangan khusus untuk penanggulangan stunting.
“Kami telah mengalokasikan beberapa kebijakan intervensi dalam bentuk bantuan keuangan. Tahun ini, bantuan tersebut mencakup 10 kabupaten dan kota,” ujarnya.
Namun demikian, Sri Wahyuni juga mengungkapkan kekecewaannya karena hanya delapan dari sepuluh kabupaten dan kota yang mengajukan usulan bantuan keuangan untuk tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa dua kabupaten, Penajam Paser Utara (PPU) dan Mahakam Ulu, tidak mengajukan usulan meskipun angka stunting di PPU masih tinggi.
Sri Wahyuni menekankan pentingnya peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten dan kota dalam mengajukan usulan bantuan keuangan.
“Kami memberikan subsidi keuangan belanja desa sebagai bagian dari belanja spesifik bantuan keuangan kepada kabupaten dan kota. Namun, tahun ini hanya tiga kabupaten yang menginput di SIPD,” tambahnya.
Dengan harapan untuk mempercepat penurunan stunting di Kalimantan Timur, Sri Wahyuni menyatakan bahwa sinergi antar berbagai pihak, termasuk TPPS, sangat penting.
“Kami sudah menetapkan kebijakan dan mekanisme yang jelas, dan kami berharap ini dapat bersinergi dengan baik,” tegasnya.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia dari Bappeda Kaltim, Mispoyo, menyoroti perlunya delapan aksi konvergensi yang dilaksanakan di sepuluh kabupaten dan kota untuk dapat berkolaborasi secara efektif.
Rembuk Stunting 2024 dihadiri berbagai pihak, termasuk Kepala BKKBN Kaltim, perwakilan dari Perangkat Daerah Kaltim, TPPS Kabupaten dan Kota, TP PKK Kaltim, akademisi, serta Baznas. (*)



















Comments 1