Pranala.co, BALIKPAPAN – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di kawasan Balikpapan Barat harus terhenti sementara akibat kontraktor tidak mampu memenuhi target pengerjaan. Untuk memastikan proyek ini tetap berjalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak dan membuka lelang ulang proyek.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menjelaskan pemutusan kontrak dilakukan karena penyedia jasa tidak menunjukkan progres signifikan meski telah diberikan perpanjangan waktu sebanyak dua kali.
“Karena tidak ada perkembangan sesuai target, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memutuskan kontrak. Itu langkah terbaik,” ujar Rahmad, Selasa (10/2/2026).
Meski kontrak diputus, komitmen Pemkot untuk menghadirkan fasilitas kesehatan di Balikpapan Barat tetap dilakukan. “Ini tetap menjadi komitmen kita. Kita ingin Balikpapan Barat memiliki RS sendiri sebagai fasilitas kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Rahmad memastikan proyek akan kembali dilelang agar pengerjaan dapat segera dilanjutkan. Nilai kontrak sebelumnya mencapai lebih dari Rp100 miliar, di mana sekitar 20 persen sudah digunakan.
Pemerintah menilai jumlah ini cukup, mengingat kontraktor telah diberikan kesempatan tetapi belum mampu memenuhi target.
Di tengah efisiensi anggaran, Pemkot menegaskan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. “Yang terpenting adalah komitmen kita untuk menyediakan sarana dan fasilitas pendidikan serta kesehatan,” jelas Rahmad.
Rahmad menambahkan, walaupun kendala dalam proses pembangunan adalah hal biasa, tetapi tidak boleh menghambat niat membangun fasilitas kesehatan bagi masyarakat. “Jangan sampai itu menghambat niat kita membangun fasilitas kesehatan bagi warga Balikpapan Barat,” terangnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















