PRANALA.co, BALIKPAPAN – Akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) kian terbuka. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur mempercepat pembangunan sejumlah jalan pendekat antarwilayah yang diyakini mampu memangkas jarak tempuh hingga ratusan kilometer sekaligus menekan ongkos logistik.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan proyek ini menjadi prioritas strategis. Ia menyebut, pembangunan infrastruktur menuju IKN sebagian besar ditopang oleh penerimaan pajak daerah.
“Dari proyeksi PAD Kaltim 2025 sebesar Rp10 triliun, sekitar Rp8,4 triliun atau 84 persen berasal dari pajak masyarakat. Dana inilah yang kita gunakan untuk membangun konektivitas menuju IKN,” ujar Rudy, Rabu (17/9/2025).
Sejumlah ruas jalan disebut Rudy menjadi fokus, antara lain jalan pendekat Kutai Barat–IKN melalui Sotek, serta jalur di perbatasan Paser dan Penajam Paser Utara (PPU). Jalan tersebut memangkas jarak perjalanan dari 300 kilometer menjadi hanya 103 kilometer.
Selain itu, jalur alternatif dari Kutai Timur ke Berau juga tengah dikerjakan. Pembangunan jalan pesisir pun diproyeksikan memotong jarak dari 250 kilometer melalui Wahau menjadi hanya 37,5 kilometer.
“Ini bukan hanya soal jarak, tapi efisiensi logistik, waktu, dan biaya. Masyarakat di wilayah hulu kini bisa lebih mudah menjangkau IKN,” jelas Rudy.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, biaya logistik antardaerah di Kalimantan rata-rata mencapai Rp2.000 per kilometer per ton barang. Pemangkasan jarak diperkirakan akan menekan ongkos secara signifikan.
Rudy pun mengapresiasi kontribusi masyarakat yang taat membayar pajak. Menurutnya, pembangunan infrastruktur mustahil terwujud tanpa dukungan tersebut.
“Tarif pajak kendaraan bermotor di Kaltim adalah yang terendah di Indonesia, hanya 0,8 persen. Untuk PBBKB, tarif 5 persen bagi kendaraan umum/subsidi dan 7,5 persen untuk kendaraan industri, masih di bawah rata-rata provinsi lain yang mencapai 10 persen,” ujarnya.
Ia optimistis, dengan kebijakan fiskal yang berpihak pada rakyat serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, Kaltim siap menjadi penyangga utama IKN secara efektif dan berkelanjutan. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















