PRANALA.CO – Dunia musik kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Ozzy Osbourne, pentolan band legendaris Black Sabbath, meninggal dunia pada usia 76 tahun di Birmingham, Inggris, Selasa (22/7/2025).
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut Osbourne meninggal dalam damai, dikelilingi keluarga dan penuh cinta.
“Dengan kesedihan yang sulit diungkapkan kata-kata, kami mengabarkan bahwa Ozzy Osbourne telah meninggal pagi ini. Mohon hormati privasi keluarga kami saat ini,” tulis pernyataan tersebut seperti dikutip dari Associated Press.
Kepergiannya hanya berselang beberapa pekan setelah penampilan terakhirnya bersama Black Sabbath.
Dikenal sebagai “Prince of Darkness”, Osbourne memiliki karakter panggung yang penuh kontroversi. Dari tampil telanjang dada hingga aksi menghebohkan menggigit kepala kelelawar di atas panggung, Osbourne kerap dikecam namun sekaligus dipuja.
Namun, sisi lembutnya terungkap lewat acara reality show “The Osbournes”. Di situ, ia tampil sebagai ayah kikuk yang justru dicintai jutaan penonton.
Kariernya melejit sejak merilis album perdana Black Sabbath (1969). Album ini dianggap sebagai “Big Bang”-nya musik heavy metal. Musiknya gelap, berat, dan penuh firasat—jauh dari nuansa flower power era hippie.
Album kedua, Paranoid, semakin mengukuhkan posisi Black Sabbath sebagai pelopor metal. Lagu-lagu seperti “Iron Man”, “War Pigs”, dan “Paranoid” menjadi tonggak sejarah. Dua album awal Sabbath bahkan masuk daftar 10 album metal terbaik sepanjang masa versi Rolling Stone.
Pada 1979, Osbourne dikeluarkan dari Black Sabbath karena gaya hidupnya yang tak terkendali. Tapi itu bukan akhir. Setahun kemudian, ia bangkit sebagai artis solo dengan merilis Blizzard of Ozz (1980) dan Diary of a Madman (1981).
Lewat lagu-lagu seperti “Crazy Train”, “Goodbye to Romance”, dan “Flying High Again”, Osbourne menunjukkan bahwa karisma dan kualitas musiknya tak pernah padam.
Prestasinya pun diakui dunia. Ia dua kali masuk Rock & Roll Hall of Fame: pertama pada 2006 bersama Black Sabbath, dan kembali pada 2024 sebagai artis solo—pencapaian yang hanya diraih segelintir musisi.
Musisi dunia pun mengakui jejak panjang Osbourne dalam sejarah musik. Dave Navarro dari Jane’s Addiction pernah menyebut:
“Black Sabbath itu Beatles-nya musik metal. Semua bermuara ke sana. Dan Ozzy ada di pusatnya.”
Kini, dunia musik kehilangan suara khas, energi liar, dan ikon tak tergantikan. Tapi warisan Ozzy Osbourne akan terus hidup di setiap dentuman gitar dan teriakan panggung heavy metal di seluruh dunia.
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















