Pranala.co, BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) terus diperluas. Kali ini, sasarannya bukan hanya peserta didik. Tenaga pendidik juga diproyeksikan mulai menerima manfaat pada Februari 2026.
Namun, realisasi penyaluran masih menunggu kesiapan di lapangan. Mulai dari sarana dan prasarana, hingga ketersediaan sumber daya manusia di setiap dapur layanan.
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, mengatakan pendataan penerima masih berlangsung. Pemetaan dilakukan agar distribusi tepat sasaran.
“Jika seluruh aspek sudah siap, kami akan mulai mendistribusikan MBG kepada tenaga kependidikan,” ujarnya saat peresmian SPPG Bontang Barat 03 yang dikelola Yayasan Tunas Bangsa, Jumat (16/1/2026).
Program MBG untuk guru mencakup tenaga pendidik di sekolah negeri dan swasta. Prioritas diberikan kepada guru non-ASN, terutama yang belum menerima fasilitas uang makan.
“Target maksimal kami, awal Februari sudah mulai tersalurkan ke guru-guru,” kata Surya.
Ia mengakui, sejumlah kendala teknis masih ditemui. Kesiapan dapur layanan, peralatan, serta tenaga pengelola menjadi tantangan utama. Karena itu, Januari difokuskan untuk persiapan, sementara penyaluran dilakukan secara bertahap pada Februari.
Saat ini, sekitar 22 ribu warga di Kota Bontang tercatat sebagai penerima manfaat MBG yang belum terlayani. Penambahan dapur layanan menjadi kunci percepatan program.
Dengan diresmikannya SPPG Bontang Barat 03, jumlah SPPG aktif di Kota Bontang kini mencapai 14 unit. Setiap unit mampu menyerap hingga 47 tenaga kerja. Mereka terdiri dari petugas produksi, persiapan bahan, pengolahan makanan, hingga distribusi. Ditambah tiga tenaga manajemen di setiap dapur.
SPPG Bontang Barat 03 direncanakan melayani sejumlah sekolah dan fasilitas kesehatan. Di antaranya SD IT Yabis, sekolah-sekolah di bawah Yayasan Pupuk Kaltim, SD Negeri 004 Bontang Barat, serta posyandu di wilayah sekitar.
Perluasan layanan MBG ini diharapkan tak hanya meningkatkan asupan gizi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan tenaga pendidik. Sekaligus membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















