KESEBELASAN kebanggaan Kutai Kartanegara, Mitra Kukar mengundurkan diri dari kompetisi Liga 3. Padahal, tim ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan sepak bola.
Padahal, Mitra Kukar seharusnya menjadi tuan rumah kompetisi Liga 3 Kaltim (North District) yang berlangsung di Stadion Rondong Demang, mulai 15-29 Desember 2023.
Pengunduran diri Mitra Kukar diketahui dari unggahan akun Instagram PSSI Kaltim @pssikaltim pada Senin (11/12/2023). Unggahan tersebut disertai jadwal pertandingan Liga 3.
“Mitra Kukar mengundurkan diri,”tulis PSSI Kaltim dalam unggahannya.
Tidak hanya Mitra Kukar, tim asal Kota Tenggarong lainnya Persikukar juga mengundurkan diri. Sebagai pengganti ditunjuk Persisam United.
Sementara enam tim lain yang berlaga di Distrik Utara yakni Persikutim Kutai Timur, Berau FC, Persikubar Kutai Barat, Sangkulirang FC (Kutim), ACN Muara Badak FC, dan Kartanegara (Mesra) FC yang bertinda sebagai tuan rumah.
Untuk diketahui, pelaksanaan Liga 3 wilayah Kalimantan Timur 2023 dibagi menjadi dua grup, yakni North District dan South District.
Adapun klub di grup North District yaitu Paser United, Gelora Pantai FC (Sanga-Sanga), MSA FC Kukar, Balikpapan United, Caladium FC (Balikpapan), Penajam Utama (PPU), Persela Sanga-Sanga dan Harbi (Samarinda).
Profil Mitra Kukar
Mitra Kutai Kartanegara disingkat: Mitra Kukar, adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Klub ini memiliki julukan sebagai Barisan Kuat dan Kekar dan Naga Mekes, sementara kelompok pendukungnya bernama Mitman (Mitra Mania).
Seluruh pertandingan kandang Mitra Kukar dimainkan di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Awalnya Mitra Kukar adalah klub NIAC Mitra asal kota Surabaya yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Mitra Surabaya.
Pada 16 Juni 1983, NIAC Mitra berkesempatan melakukan pertandingan persahabatan melawan Arsenal yang saat itu sedang melakukan tur pertandingan di Asia Tenggara. Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Gelora 10 November dan disaksikan kurang lebih 30.000 penonton tersebut.
Arsenal yang saat itu diperkuat pemain-pemain terbaiknya seperti David O’Leary, Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland dan Graham Rix harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-0. Dua gol dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Fandi Ahmad pada menit ke 37 dan Joko Malis lima menit sebelum pertandingan usai.
Ketika Mitra Surabaya terdegradasi ke Divisi Satu Liga Indonesia pada tahun 1999, klub ini dibeli pemilik Barito Putra dari Banjarmasin yakni H. Sulaiman HB dan pindah markas ke ibu kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Sejak itu Mitra Surabaya berganti nama menjadi Mitra Kalteng Putra (MKP).
Pada 2001, Mitra Kalteng Putra degradasi ke Divisi Dua Liga Indonesia. Kesulitan keuangan yang dialami Mitra Kalteng Putra dalam menjalani roda kompetisi. Mengakibatkan klub ini kembali pindah markas ke Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2003 dengan status dipinjamkan.
Mitra Kalteng Putra kemudian berganti nama lagi menjadi Mitra Kukar saat menjalani kompetisi Divisi Dua Liga Indonesia musim 2003 hingga sukses menapak ke kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia pada musim 2004. Status Mitra Kukar secara resmi menjadi milik Kutai Kartanegara setelah klub ini dibeli dari H. Sulaiman HB dengan harga Rp. 1,5 miliar pada tahun 2005.
Di musim 2007, Mitra Kukar berhasil lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia musim 2008 setelah sukses menduduki posisi sebagai juara Grup IV sekaligus melaju babak semifinal Divisi Satu Liga Indonesia musim 2007. Namun, Mitra Kukar gagal melangkah ke babak final setelah kalah dari Persikad Depok melalui adu penalti.
Mitra Kukar untuk pertama kalinya mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia sejak musim 2008. Setelah 3 tahun berlaga di Divisi Utama, Mitra Kukar akhirnya menembus kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2011/2012 setelah meraih predikat Juara III Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.
Selanjutnya setelah kompetisi ISL 2015 dihentikan akibat kisruh PSSI dengan Kemenpora, beberapa turnamen diselenggarakan. Seperti turnamen Piala Presiden 2015, Piala Jenderal Sudirman 2015, Piala Gubernur Kaltim 2016, hingga Piala Bhayangkara 2016.
Pada ajang Piala Presiden, Mitra Kukar diperkuat 26 pemain dan 5 diantaranya adalah pemain yang dipinjamkan dari klub Semen Padang, yaitu Zulchrizal Abdul Gamal, Hendra Bayauw, Eka Ramdani, Saepulloh Maulana, dan Airlangga Sutjipto.
Mitra Kukar juga mempunyai 3 pemain asing saat itu, yakni OK John (Nigeria), Guy Junior (Kamerun), dan Carlos Raul Sciucatti (Argentina). Mitra Kukar hanya mampu menembus babak semifinal karena dikalahkan oleh juara turnamen tersebut, Persib Bandung.
Mitra Kukar akhirnya berhasil menjadi juara ke-4 setelah dalam laga tempat ke-3, mereka dikalahkan Arema Cronous 2-0. Berlanjut ke turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016. Di sini, Mitra Kukar diperkuat 24 pemain. Akan tetapi 2 pemain asing mereka, Patrick Cruz dan Rodrigo Ost tidak dapat tampil di turnamen itu.
Patrick hengkang ke T-Team F.C. di Malaysia, sedangkan Rodrigo terpaut cedera. Maka dari itu, Mitra Kukar mendatangkan 2 pemain anyar yang juga asal Brasil, yaitu Romario Reginaldo Alves dan Adriano Guerra Strack. Selain itu, ada 8 pemain lokal yang bergabung, yaitu Ferry Rotinsulu, Siswanto, Muhammad Fauzan Jamal, Hendra Bayauw, Saepulloh Maulana, Ronald Setmot, Zikri Akbar, dan Mahdi Fahri Albaar (yang menggantikan Zulkifli Syukur yang cedera).
Akan tetapi, usut punya usut ternyata Mitra Kukar gagal lolos babak penyisihan grup dan menempati juru kunci di grupnya. Ini membuat pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra memutuskan untuk mengundurkan diri. Di turnamen Piala Bhayangkara 2016, Mitra Kukar terus berbenah diri. Mitra Kukar telah mempersiapkan 24 pemain.
Setelah Romario dan Adriano dicoret, kembali mendatangkar pemain asal Brasil, yakni Marlon Da Silva De Moura. Ada pula Rodrigo Ost yang telah bergabung kembali dengan Mitra Kukar usai cederanya pulih.
Kala itu, Mitra Kukar juga mendaftarkan pemain lokal yang baru bergabung, yakni Anindito Wahyu Erminarno, Geri Mandagi, Arifki Eka Putra, Dian Irawan, Sutanto Tan, Joko Sidik, dan Rudi Widodo yang dipinjamkan dari Surabaya United. Mitra Kukar juga menunjuk Subangkit sebagai pelatih pengganti Jafri Sastra. Di turnamen ini, Mitra Kukar kembali tersingkir lebih awal.
Setelahnya, Mitra Kukar mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi ISC A 2016. Sampai sudah di kompetisi ISC A 2016. Mitra Kukar terus mempersiapkan diri menjelang kompetisi bergengsi tersebut.
Jauh setelah itu menyambut kompetisi Liga 1 2018, Mitra Kukar kini kembali ditangani pelatih asing yakni Rafael Berges Marin dari Spanyol. Hanya saja, kerja sama dengan Rafael Berges hanya berjalan setengah musim. Rafael Berges menyatakan mundur dari.
Kemunduran Rafael Berges sebagai posisi pelatih Mitra Kukar jelang berakhirnya putaran pertama Liga 1 2018 dikarenakan mendapat tawaran besar dalam karirnya sebagai Direktur Olahraga klub Liga Spanyol, Cordoba CF. Sebagai gantinya, Mitra Kukar kemudian menunjuk Rahmad Darmawan sebagai pelatih Mitra Kukar di putaran kedua Liga 1 2018.
Namun prestasi Mitra Kukar merosot di akhir musim 2018, sehingga harus terdegradasi ke Liga 2 setelah menempati peringkat 16 klasemen akhir. (*)



















Comments 1