Pranala.co, BALIKPAPAN — Seorang pemuda berinisial GY diduga melakukan aksi kekerasan terhadap rekannya sendiri, P. Korban mengalami luka akibat penikaman yang dilakukan oleh terduga pelaku.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di kediaman GY di Balikpapan, Kamis malam (29/1/2026). Dari foto yang beredar, terlihat ceceran darah di lokasi kejadian, mulai dari kasur hingga lantai rumah.
Insiden ini diduga dipicu rasa tersinggung setelah korban menyinggung orang tua terduga pelaku. GY diketahui merupakan anggota salah satu organisasi kepemudaan di Balikpapan.
Salah satu tokoh pemuda Kalimantan Timur, Andrie Afrizal, membenarkan bahwa GY merupakan anggota sebuah organisasi kepemudaan di Balikpapan. Untuk peristiwa berdarah ini ia masih menghimpun keterangan dari sejumlah saksi.
Menurut Andrie, sebelum insiden terjadi, GY sebenarnya masih berupaya bersikap sabar dan berkomunikasi dengan baik. Namun, situasi berubah setelah korban diduga membentak dan mengungkit persoalan bantuan yang menyeret nama ibu GY.
“GY awalnya masih sabar dan berbicara baik-baik. Namun korban kemudian membentaknya. Padahal mereka sudah berteman lama,” ujar Andrie, Minggu (1/2/2026).
Pasca kejadian, kata dia, terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Polresta Balikpapan. Lanjut, Andrie menduga tindakan ini turut dipengaruhi kondisi psikologis GY yang tengah tidak stabil, menyusul meninggalnya sang ayah sekitar dua bulan lalu.
Di samping itu, sebut Andrie, GY masih menjalani rawat jalan di bawah pengawasan psikiater. “Mungkin yang bersangkutan masih terpukul dan sangat sensitif jika menyangkut orang tua,” tuturnya.
Korban saat ini masih dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis atas luka yang dialaminya.
Sementara itu, terkait keanggotaan GY, Andrie menyampaikan bahwa organisasi kepemudaan yang bersangkutan belum mengambil langkah khusus pascakejadian tersebut. Namun, dalam waktu dekat organisasi tersebut dijadwalkan menggelar musyawarah daerah (Musda) guna melakukan pergantian kepengurusan.
Menanggapi peristiwa ini, Kasatreskrim Polresta Balikpapan AKP Zeska Julian Taruna membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut.
Untuk itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut. “Kami masih melakukan pengembangan, dan masih dalam lidik,” pungkasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















