Seleksi lewat pansel terbuka untuk umum, Romy Wijayanto dan Amri Mauraga dipilih berdasarkan profesionalisme meski bukan putra daerah, Gubernur sebut alasan pergantian terkait kasus korupsi di Kaltara dan dividen turun 32 persen
SAMARINDA, Pranala.co — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, membuka suara terkait proses seleksi direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Utara (Bankaltimtara).
Pernyataan ini disampaikan setelah adanya sorotan publik mengenai dua nama calon direksi yang bukan berasal dari Kaltim, yakni Romy Wijayanto dan Amri Mauraga. Keduanya dipilih untuk menggantikan Direktur Utama Bankaltimtara, Muhammad Yamin.
Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa seleksi direksi Bankaltimtara dilakukan melalui mekanisme panitia seleksi (pansel) yang terbuka untuk umum.
“Tidak ada masalah, yang penting profesional, akuntabel, dan memiliki kompetensi karena ini bicaranya tentang duit, yang pastinya berkaitan dengan duit negara dan berpengaruh secara nasional,” ujar Rudy di Samarinda, Senin (30/3/2026).
Menurut Rudy, Bankaltimtara merupakan bank besar sehingga orang yang terpilih harus berkualitas. Proses pemilihan dilakukan oleh pansel, bukan kepala daerah.
“Setelah ditetapkan oleh panitia seleksi, baru diserahkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Nanti mereka yang menetapkan, baru diserahkan kepada kita,” paparnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, tambahnya, memilih berdasarkan nilai dan kompetensi, layak atau tidak layaknya sebagai calon direksi sebuah bank.
Saat disinggung alasan pergantian direksi, Rudy mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Pertama, di Kalimantan Utara (Kaltara) sempat terjadi tindak pidana korupsi.
“Uang masyarakat hilang ratusan miliar,” ungkapnya.
Kedua, kinerja Bankaltimtara dinilai menurun. Dibandingkan tahun 2024 hingga 2025, dividen Kaltim turun sekitar 32 persen.
“Padahal kami sudah masukkan dari APBD Kaltim ke Bankaltimtara (penyetaraan modal) sebesar Rp338 miliar, tetapi yang hanya terealisasi sekitar Rp191 miliar,” tutup Rudy. (RE/DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















