SAMARINDA, Pranala.co – Pemerintah Kota Samarinda memastikan pembangunan kembali Pasar Segiri yang terdampak kebakaran akan segera dimulai. Dengan anggaran sebesar Rp1,1 miliar, proyek ini ditargetkan mengembalikan fungsi pasar sehingga aktivitas ekonomi warga kembali normal dalam waktu dekat.
Saat ini, seluruh jajaran teknis fokus menyiapkan lahan sebelum material bangunan didatangkan ke lokasi. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pengerjaan fisik tidak akan ditunda begitu tahap perataan tanah selesai.
“Kemarin sudah kita rapatkan pembangunan Pasar Segiri yang terbakar itu, anggarannya sebesar Rp1,1 miliar, dan sekarang sedang dalam tahap persiapan. Apakah minggu ini atau kapan, pokoknya kalau lokasinya sudah siap, kita langsung kerjakan,” ujar Andi Harun, Kamis (02/04/2026).
Pembangunan kembali akan menggunakan konsep konstruksi campuran, memadukan beton dan kayu ulin. Material ini dianggap ideal untuk pasar tradisional karena kekuatannya yang tahan lama. Meski demikian, durasi pengerjaan tetap bergantung pada proses perataan tanah yang sedang berlangsung, demi memenuhi standar keamanan bangunan.
“Kalau kondisi lapangannya sudah siap, langsung kita kerja, jadi tidak ada penundaan lagi. Pembersihan sudah dilakukan, tapi masih harus ada pekerjaan tanah sedikit lagi supaya memenuhi syarat untuk pembangunan,” tambah Andi Harun.
Sejalan dengan persiapan infrastruktur, Dinas Perdagangan Kota Samarinda telah menyelesaikan pendataan pedagang agar penataan kios baru lebih teratur. Berdasarkan data terbaru, pembangunan akan mencakup puluhan ruko dan ratusan kios yang dikelompokkan sesuai jenis dagangan.
Kepala Dinas Perdagangan, Nurrahmani, mengatakan para pedagang lebih memilih percepatan pembangunan dibanding fasilitas relokasi sementara.
“Dari data sementara, terdapat 25 ruko yang terdampak dan 142 kios di bagian tengah, dengan total sekitar 56 kelompok pedagang. Pedagang hanya meminta agar segera dibangunkan kembali supaya bisa berjualan lagi, relokasi bukan prioritas,” jelas Nurrahmani.
Pemkot Samarinda juga menekankan pentingnya perubahan perilaku pedagang agar area pasar lebih aman di masa depan. Nurrahmani menambahkan, nantinya akan ada kesepakatan tertulis agar kios tidak dijadikan tempat tinggal, salah satu pemicu risiko kebakaran.
“Kami akan mengumpulkan pedagang untuk membuat komitmen bersama agar tidak menjadikan kios sebagai tempat tinggal, guna mencegah potensi kebakaran akibat aktivitas memasak di area pasar,” tutup Nurrahmani. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















