Pranala.co, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan terkendali. Hingga kini, tidak ada laporan kasus keracunan makanan dari program tersebut di wilayah Balikpapan, meskipun sempat beredar video dugaan keracunan MBG di sejumlah daerah melalui media sosial.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, memastikan sistem pengawasan keamanan pangan dalam program MBG dilaksanakan sesuai prosedur.
Bahkan, pengawasan juga akan dilakukan dengan ketat sejak tahap persiapan hingga makanan disajikan kepada penerima manfaat.
“Tim pengawas memantau mulai dari kebersihan alat saji, proses memasak, hingga penyajian. Semua dilakukan secara sesuai SOP,” ucap Bagus, Senin (29/9).
Menurutnya, pengawasan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pengawas Gizi, Satuan Petugas Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga Satuan Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Bagus menambahkan, jika pun terjadi kasus di daerah lain, kemungkinan besar disebabkan oleh faktor human error.
“Namun, kami tegaskan, hingga hari ini belum ada laporan keracunan MBG yang terjadi di Balikpapan,” tegasnya.
Saat ini, Bagus menyebut ada 10 dapur MBG yang beroperasi di Balikpapan dan seluruhnya diawasi secara ketat.
Selain itu, pemerintah menyiapkan mekanisme pelaporan berjenjang bagi masyarakat yang memiliki keluhan, dimulai dari orang tua ke pihak sekolah, kemudian diteruskan ke BGN maupun tim SPPG.
“Semua laporan pasti tercatat dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme. Tapi sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk,” jelasnya.
Bagus mengingatkan masyarakat untuk tidak gampang terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menekankan, keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















