Pranala.co, BALIKPAPAN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) baru mampu menjangkau 29.000 siswa. Padahal, target pemerintah adalah 125 ribu penerima manfaat.
Capaian ini menunjukkan kesenjangan cukup signifikan antara ambisi dan realita di lapangan. Dari 68 Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) yang direncanakan, baru 10 yang beroperasi di Kota Minyak.
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, menegaskan pemerintah tetap menjaga standar kualitas program.
“Kami tidak hanya memastikan kecukupan gizi, tetapi juga keamanan pangan. Semua pengelola sudah mendapat pelatihan dan sertifikasi laik higienitas sanitasi,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Balikpapan belum lama ini.
Selain itu, aspek pengawasan mendapat perhatian serius. Dinas Kesehatan melakukan monitoring mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan ke sekolah.
“Dinas juga melakukan inspeksi kesehatan lingkungan serta orientasi keamanan pangan dengan melibatkan berbagai pihak,” terang Alwiati.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik, mengakui keterbatasan jangkauan program saat ini.
“Untuk menjaga distribusi MBG tepat sasaran, kami membentuk gugus tugas di tingkat sekolah yang melibatkan guru dan siswa. Harapannya, target sekolah penerima manfaat bisa terus diperluas seiring bertambahnya jumlah SPPG,” ujarnya.
Dengan pengawasan ketat dan pelibatan berbagai pihak, pemerintah Balikpapan berharap program MBG dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak siswa, dan memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang layak. (DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















