KUTIM, Pranala.co – Warga Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim) masih sulit melupakan kejadian pagi itu. Seorang pria, 37 tahun, melaju dengan sepeda motor ke arah laut. Lalu lompat. Bersama motornya.
Itu terjadi Rabu (28/5) pagi, sekira pukul 09.00 WITA, di dermaga pasar pagi. Warga sempat mencoba mencegah. Tapi pria itu menolak ditolong. Dia memilih masuk ke laut. Lalu hilang.
Dua hari kemudian, jasadnya ditemukan.
“Korban ditemukan sekira 400 meter dari lokasi kejadian,” kata Koordinator Pos SAR Sangatta, Aurelius Godja, Jumat (30/5).
Evakuasi dilakukan tim SAR gabungan. Mereka terdiri dari Tim SAR Kutim, Koramil Sangkulirang, TNI AL, Polairud Polda Kaltim, Polres Kutim, Polsek, Damkar, Satpol PP, dan warga setempat.
Pencarian tak mudah. Arus bawah laut deras. Sinyal komunikasi juga minim. Tapi cuaca cukup mendukung: berawan. Pencarian dilakukan siang dan malam. Dengan alat lengkap.
Setelah korban ditemukan, jasadnya langsung dibawa ke rumah duka. Korban ternyata memiliki riwayat epilepsi. Itu disampaikan keluarga kepada tim SAR. Namun belum diketahui pasti apakah penyakit itu berkaitan dengan keputusan korban mengakhiri hidup.
“Yang jelas, semua upaya maksimal sudah kami lakukan. Operasi ditutup setelah korban ditemukan,” ujar Aurelius. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















