SANGATTA, Pranala.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tengah memperkuat fondasi kemandirian daerah melalui peningkatan kualitas data statistik. Upaya konkret dilakukan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Portal Satu Data di D’Lounge Hotel Royal Victoria, Senin (6/4/2026).
Bertemakan “Optimalisasi Portal Satu Data dalam Mendukung Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”, kegiatan ini menghadirkan puluhan operator data dari berbagai Perangkat Daerah (PD) untuk menyelaraskan pemahaman mengenai pentingnya akurasi informasi dalam pengambilan kebijakan.
Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper) Kutim, Hasanudin, memaparkan kinerja pengolahan data daerah sepanjang 2025. Dari total 4.603 daftar data yang ada, tercatat 3.545 indikator berhasil terhimpun, atau setara dengan tingkat partisipasi 77,01 persen.
“Kami mencatat sebanyak 3.545 indikator telah berhasil terhimpun dari total 4.603 daftar data yang ada,” ujar Hasanudin dalam sambutannya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pekerjaan rumah masih menanti. Tahun ini, Pemkab Kutim mematok target lebih ambisius, yakni 3.870 indikator. Artinya, basis data daerah dituntut semakin mendekati kesempurnaan.
Dalam sambutan yang dibacakan Kepala Diskominfostaper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan evaluasi terhadap kondisi data saat ini. Menurutnya, masalah sinkronisasi antar-Perangkat Daerah masih menjadi pelemah utama.
“Data kita belum sempurna, masih ada yang tidak sinkron. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab dengan kolaborasi. Tanpa sinkronisasi antar-PD, mustahil masyarakat bisa mendapatkan informasi yang berkualitas,” tutur Ronny, meneruskan pesan Bupati.
Bupati secara khusus menyoroti pentingnya data E-Kinerja (E-Kin) agar tersampaikan dengan baik kepada publik dan sistem pusat. Ia juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berjalan tidak mengorbankan standar profesionalisme kerja.
Tantangan operasional yang cukup signifikan terlihat dari angka 1.080 data yang belum terinput ke dalam sistem. Jumlah ini menjadi fokus utama perbaikan dalam Bimtek tersebut.
Pemkab Kutim menegaskan, peningkatan data statistik sektoral bukan sekadar urusan administratif. Setiap angka yang diinput merupakan komitmen untuk memastikan kebijakan pembangunan di masa depan lahir dari data faktual, bukan asumsi semata.
Melalui bimbingan teknis ini, para operator diharapkan mampu menjadi arsitek data yang membawa Kutim menjadi daerah yang benar-benar tangguh dan berdaya saing global. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















