Pranala.co, PANGKEP — Kondisi jalan di Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, kembali dikeluhkan warga. Ruas jalan di belakang Kantor Pusat PT Semen Tonasa itu semakin memprihatinkan.
Mulai dari pos masuk area pembongkaran hingga Tugu Patung Semen, permukaannya dipenuhi lubang-lubang besar yang membahayakan.
Kerusakan ini bukan baru terjadi. Bertahun-tahun warga menunggu perhatian. Namun hingga kini, tak ada penanganan berarti. Saat hujan turun, kondisinya berubah lebih mengerikan. Jalan yang sudah berlubang berubah menjadi kubangan lumpur. Lubang tertutup, permukaan licin, dan risiko kecelakaan meningkat berkali-kali lipat.
“Kalau sudah hujan, jalan langsung penuh lumpur. Lubang-lubang besar tertutup lumpur, jadi tidak kelihatan. Sangat berbahaya,” keluh Muh Basri, warga yang setiap hari melintas menggunakan sepeda motor.
Ia mengaku harus ekstra hati-hati. Tidak hanya karena licin. Tetapi juga karena kendaraan besar yang sering melintas sulit dikendalikan dalam kondisi jalan seperti itu.
Pengendara motor kerap terkena cipratan lumpur dan harus mengatur kecepatan agar tidak tergelincir, terutama saat jam berangkat kerja.
Warga menilai kerusakan ini tidak lagi bisa diabaikan. Pasalnya, jalan tersebut adalah akses vital. Tidak hanya bagi aktivitas masyarakat, tetapi juga bagi mobilitas industri yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Sudah terlalu lama dibiarkan. Semoga ada perhatian, karena kami yang melintas setiap hari yang merasakan dampaknya,” kata Muh Basri menambahkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan maupun pemerintah daerah belum memberikan tanggapan terkait rencana perbaikan.
Warga pun hanya bisa berharap akses utama ini segera diperbaiki agar kembali aman dan layak dilalui. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















