BONTANG, Pranala.co – Kota Bontang terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Kalimantan Timur (Kaltim). Sejak penetapan Peraturan Daerah (Perda) No.17 Tahun 2002, kota berjuluk “Kota Taman” ini resmi dibagi menjadi tiga kecamatan dengan 15 kelurahan dan total 499 Rukun Tetangga (RT).
Pembagian wilayah ini tidak hanya menjadi simbol pemekaran administratif, tapi juga mencerminkan pemerataan pembangunan dan layanan publik.
Bontang Selatan Terluas
Kecamatan Bontang Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kelurahan dan RT terbanyak, yakni enam kelurahan dan 201 RT. Kelurahan tersebut antara lain Bontang Lestari, Satimpo, Berbas Pantai, Berbas Tengah, Tanjung Laut, dan Tanjung Laut Indah.
Diikuti Bontang Utara yang juga memiliki enam kelurahan: Bontang Kuala, Bontang Baru, Api-Api, Gunung Elai, Loktuan, dan Guntung, dengan total 205 RT.
Sementara itu, Bontang Barat menjadi kecamatan dengan luas wilayah terkecil. Terdiri dari tiga kelurahan—Kanaan, Gunung Telihan, dan Belimbing—wilayah ini memiliki 93 RT.
Dengan struktur pembagian yang merata, Pemkot Bontang berkomitmen meningkatkan pelayanan hingga ke tingkat RT.
Profil ASN Kota Bontang: Lebih dari Separuh adalah Perempuan
Di balik roda pemerintahan, 2.691 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi ujung tombak pelayanan publik di Kota Bontang. Fakta menariknya, 57,30 persen ASN adalah perempuan, menunjukkan dominasi peran perempuan dalam birokrasi lokal.
Ini menjadi potret kemajuan sekaligus tantangan, karena kualitas pelayanan juga sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang andal.
Dari sisi latar belakang pendidikan, ASN Bontang tergolong berpendidikan tinggi. Sebanyak 60,13 persen di antaranya adalah lulusan D4/S1/S2/S3. Sementara itu, lulusan Diploma III mencakup 21,29 persen, sedangkan tamatan SD hanya 0,56 persen, mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan ASN dari tahun ke tahun.
Dari segi kepangkatan, golongan III menjadi yang paling dominan dengan 70,31 persen, disusul golongan IV (15,12 persen), golongan II (14,20 persen), dan golongan I (0,37 persen). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ASN di Bontang berada pada tingkat menengah ke atas dalam struktur kepegawaian.
Peningkatan kualifikasi ASN ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif terhadap teknologi, serta mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. [BPS 2025]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















