Pranala.co, BONTANG – Misteri yang membayangi Desa Santan Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya terkuak. Seorang warga yang hilang tanpa jejak selama dua tahun ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka.
Lokasinya di kebun kelapa sawit miliknya sendiri. Penemuan itu terjadi pada Ahad (18/1/2026). Area perkebunan berada di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara.
Awalnya, seorang warga yang melintas di kebun melihat benda mencurigakan. Ternyata, itu adalah bagian tengkorak kepala manusia. Posisinya tergeletak di antara tanaman sawit.
Warga tersebut adalah Abdul Latif. Ia menjadi orang pertama yang menemukan kerangka itu. Sekira pukul 12.00 WITA, Abdul Latif merekam temuan tersebut dan menyiarkannya secara langsung melalui media sosial Facebook.
Dalam siaran itu, ia menyampaikan dugaan awal. Kerangka tersebut diduga milik Malo (70). Pemilik kebun sawit yang dilaporkan hilang sejak dua tahun lalu.
“Perkiraan saya ini Pak Malo. Ditemukan di kebunnya sendiri,” ucap Abdul Latif dalam video yang kemudian menyebar luas.
Siaran langsung tersebut cepat viral. Informasi itu sampai ke pihak keluarga. Tak lama kemudian, keluarga korban bersama warga mendatangi lokasi penemuan.
Laporan juga diterima aparat desa dan kepolisian. Personel Polsek Marangkayu segera turun ke lokasi. Pengamanan tempat kejadian pun dilakukan.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kapolsek Marangkayu AKP Risal membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, identitas korban dikenali oleh keluarga.
“Pihak keluarga mengenali korban dari sisa pakaian yang masih melekat pada kerangka,” ujar AKP Risal, Senin (19/1/2026).
Polisi sempat menyarankan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Termasuk identifikasi forensik untuk memastikan penyebab kematian. Langkah itu penting guna memastikan tidak adanya unsur pidana.
Namun, keluarga korban menolak. Mereka menyatakan telah menerima kejadian itu sebagai musibah. Keluarga memilih tidak melanjutkan proses penyelidikan.
“Pihak keluarga menyatakan ikhlas dan tidak ingin dilakukan proses lebih lanjut. Jenazah sudah dimakamkan,” jelas AKP Risal. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















