Pranala.co, BONTANG – Kenaikan insentif bukan sekadar penghargaan. Bagi Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, ini juga bentuk tanggung jawab bagi penerimanya.
Hal ini disampaikan Agus Haris kepada penerima insentif mulai dari ketua RT, guru, penggiat agama, hingga kader kesehatan, Senin (6/10) malam di Gedung 3 Dimensi.
“Kenaikan insentif harus dibarengi dengan kinerja. Mulai dari RT, guru, penggiat agama sampai kader kesehatan, semua harus menunjukkan peningkatan tanggung jawab dan pelayanan,” tegasnya.
Agus Haris menekankan pentingnya peran RT sebagai garda terdepan pemerintah dalam memantau kondisi sosial warga.
“Kami ingin tidak ada warga yang luput dari pantauan RT. Tidak boleh ada anak putus sekolah atau warga miskin yang tidak menerima bantuan,” ujarnya.
Menurutnya, tugas RT bukan hanya administrasi, tetapi juga penggerak kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, setiap permasalahan sosial bisa cepat terdeteksi dan ditangani bersama.
Di bidang pendidikan, Agus Haris menaruh harapan besar pada guru formal maupun guru ngaji.
“Guru harus memastikan proses belajar diterima anak-anak dengan baik. Nilai akademik penting, tapi mental dan akhlak anak juga harus dijaga,” jelasnya.
Pemerintah kota tetap bertanggung jawab atas pendidikan PAUD hingga SMP. Menurut Agus Haris, pondasi karakter, budi pekerti, dan kemampuan akademik harus kuat sebelum anak melangkah ke SMA, yang menjadi kewenangan Pemprov Kaltim.
“Kenaikan insentif juga diberikan untuk guru ngaji. Artinya, pendidikan umum dan agama harus berjalan beriringan,” tambahnya.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Agus Haris menilai kader posyandu memiliki peran vital.
“Kader posyandu adalah ujung tombak pemerintah di lapangan. Kami berharap mereka aktif membantu menangani berbagai masalah kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Agus Haris mengingatkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat melalui RT, guru, penggiat agama, dan kader kesehatan menjadi kunci keberhasilan pembangunan manusia Bontang.
“Kenaikan insentif bukan hanya berdampak pada kesejahteraan penerima, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga Bontang secara menyeluruh,” tutupnya.
Sekadar mengingatkan. Insentif Ketua RT yang sebelumnya Rp 1,2 juta akan naik menjadi Rp 2 juta. Guru honorer atau swasta juga mendapat kenaikan hingga Rp 2 juta, dengan tambahan dukungan Rp 500 ribu per orang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Kemudian, untuk kader Posyandu nantinya akan dinaikkan menjadi Rp 1 juta, dari yang sebelumnya hanya Rp 300 ribu saja. Sementara itu, insentif bagi pegiat agama seperti marbot, pendeta, pastor, dan pemuka agama lainnya, juga dinaikkan menjadi Rp 2 juta. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















