Pranala.co, SAMARINDA – Kasus kebakaran di Samarinda kian mengkhawatirkan. Dalam beberapa bulan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda mencatat peningkatan insiden di area publik, mulai dari hotel hingga pusat perbelanjaan.
Kondisi ini membuat Disdamkar memperketat pengawasan. Setiap tahun, mereka melakukan pemeriksaan rutin terhadap gedung dan fasilitas umum untuk memastikan sistem proteksi kebakaran benar-benar berfungsi.
Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, menegaskan, kesiapsiagaan bukan hanya soal alat pemadam. Lebih penting lagi adalah kesiapan orang-orang yang ada di lokasi.
“Setelah pemeriksaan, setiap fasilitas umum harus menunjuk personel sebagai main power penanganan kebakaran. Mereka wajib dilatih secara berkala,” jelas Hendra, Rabu (10/9/2025).
Ia mengingatkan pengelola hotel dan fasilitas umum agar tidak ragu meminta pelatihan rutin. Menurutnya, edukasi dan simulasi adalah kunci keselamatan.
Dari hasil pengawasan, Disdamkar menilai ada beberapa hotel yang serius menjaga keselamatan. Salah satunya Hotel Harris Samarinda, yang berada dekat Jembatan Mahakam.
“Hotel Harris bukan hanya punya sistem proteksi yang baik, tapi juga rutin menggelar simulasi kebakaran. Staf mereka terlatih dan tahu apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat,” kata Hendra.
Selain Harris, Hotel Mercure juga tercatat aktif menggelar pelatihan dan program keamanan. Namun, Harris dinilai sebagai contoh terbaik dalam hal kesiapsiagaan.
Disdamkar berharap langkah ini bisa diikuti seluruh pengelola fasilitas publik di Samarinda. Dengan koordinasi yang baik, risiko kebakaran bisa ditekan seminimal mungkin.
“Kami ingin semua pihak bekerja sama. Keselamatan masyarakat adalah prioritas, dan kesiapsiagaan harus jadi budaya,” tutup Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















