Pranala.co, SAMARINDA – Pemprov Kaltim dan Pertamina Regional Kalimantan sepakat bergandengan tangan. Keduanya berkomitmen memperkuat koordinasi untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga gas Elpiji (LPG) bersubsidi yang kerap dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah.
Kesepakatan itu terungkap saat Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menerima kunjungan jajaran Pertamina di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (6/10).
“Kita ingin memastikan Elpiji bersubsidi benar-benar untuk masyarakat kecil. Jangan sampai digunakan oleh pelaku industri atau usaha besar yang seharusnya memakai gas non-subsidi,” tegas Gubernur Kaltim.
Menurutnya, akar persoalan kelangkaan dan tingginya harga Elpiji adalah penyalahgunaan distribusi. Di lapangan, harga resmi gas melon dari Pertamina sekitar Rp 15 ribu per tabung, namun di beberapa daerah terpencil bisa melonjak hingga Rp 30 ribu bahkan Rp 50 ribu.
Guna mengatasi masalah ini, Gubernur meminta Pertamina memperluas penugasan agen agar menyiapkan dua jenis pasokan gas: PSO (Public Service Obligation) untuk masyarakat penerima subsidi dan Non-PSO (komersial) bagi masyarakat mampu dan pelaku usaha.
“Masyarakat yang mampu bisa membeli gas non-subsidi, sehingga jatah subsidi benar-benar dinikmati warga kurang mampu,” ujarnya.
Selain pengawasan distribusi, Gubernur Kaltim juga menekankan pentingnya edukasi publik. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara LPG, LNG, dan CNG.
“Gas untuk rumah tangga adalah Elpiji, bukan LNG atau CNG. Ini penting agar tidak salah paham,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltim dan Pertamina akan membentuk tim koordinasi pengawasan distribusi LPG dan BBM bersubsidi. Tim ini bertugas memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus menindak tegas setiap bentuk penyimpangan di lapangan.
“Kami ingin masyarakat Kaltim tidak lagi kesulitan mencari gas LPG untuk memasak. Pemerintah dan Pertamina harus hadir memberi solusi,” tegas Gubernur Kaltim. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















