Pranala.co, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bergerak cepat mendukung suksesnya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH), pemerintah kini fokus menyederhanakan regulasi dan mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Kaltim.
Langkah strategis ini dilakukan agar program MBG bisa segera menjangkau seluruh sekolah, termasuk di daerah pelosok.
“Percepatan pembangunan, penyederhanaan pendaftaran investor, sosialisasi masif, dan pembentukan posko satgas di daerah menjadi kunci,” ujar Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana, di Samarinda.
Yana menyebut, percepatan ini tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan peran dunia usaha agar program gizi gratis ini bisa berjalan merata dan berkelanjutan.
“Langkah ini kita ambil agar semakin banyak investor yang tertarik berkontribusi dalam pemenuhan gizi masyarakat,” katanya.
Namun, berdasarkan data DPTPH, dari total 248 SPPG terpencil di Kaltim, baru 18 lokasi yang sudah memiliki investor. “Artinya, masih ada 230 SPPG yang belum dikelola dan menunggu calon pengelola baru,” ungkapnya.
Sementara itu, Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kaltim, Sirajul, mengungkapkan hingga Oktober 2025, sudah 55 SPPG beroperasi aktif di berbagai kabupaten/kota.
“Puluhan SPPG ini telah melayani lebih dari 131.000 penerima manfaat setiap harinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BGN, disepakati langkah percepatan pembangunan dapur gizi, termasuk membuka pendaftaran investor hingga satu minggu ke depan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap seluruh wilayah Kaltim dapat merasakan manfaat program MBG.
“Langkah ini kita ambil untuk mempercepat pengelolaan SPPG sehingga program Makan Bergizi Gratis bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” tutup Sirajul.
Program MBG sendiri menjadi bagian dari upaya nasional meningkatkan gizi anak sekolah, menekan angka stunting, serta memperkuat ketahanan pangan lokal. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















