Pranala.co, SANGATTA — Baru saja dilantik, Trisno langsung tancap gas. Sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, ia membawa satu gagasan utama.
Namanya “KAKs Mantap”.
Kerangka kerja ini diperkenalkan sebagai panduan koordinasi antarperangkat daerah. Sekaligus sebagai arah pelaksanaan program pemerintah daerah agar lebih terukur dan terintegrasi.
Menurut Trisno, KAKs Mantap adalah konsep kerja holistik. Fokusnya pada koordinasi, asistensi, dan konsolidasi yang jelas serta dapat diukur.
“Koordinasi harus terang. Siapa bertanggung jawab. Apa yang dijalankan. Dan bagaimana rencana aksinya,” ujar Trisno, Rabu (17/12).
Ia menegaskan, asistensi dan konsolidasi tidak boleh berhenti di tataran wacana. Semuanya harus konkret. Ada ukuran. Ada target.
Kerangka kerja ini akan digunakan untuk mendukung 50 program unggulan Bupati Kutai Timur. Program-program itu melibatkan banyak pihak.
Ada 18 organisasi perangkat daerah. Ada 18 kecamatan. Ada 21 puskesmas. Dan ada tiga rumah sakit.
Tanpa sinkronisasi, kata Trisno, program berisiko berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, penyelarasan antarunit menjadi kunci.
Ia memberi contoh program satu kepala keluarga satu sertifikat. Program ini tidak bisa dikerjakan satu instansi saja.
Dinas Pertanahan harus terlibat. Badan Pertanahan Nasional. Pemerintah desa. Kecamatan. Hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Data jumlah kepala keluarga, bidang tanah, target jangka panjang, sampai anggaran harus jelas sejak awal,” ujarnya.
Hal serupa berlaku pada program Beasiswa Kutim Tuntas. Trisno menilai keberhasilan tidak ditentukan oleh besar kecilnya anggaran semata.
Yang lebih penting, seberapa banyak warga yang benar-benar terakomodasi.
Menurutnya, data lulusan SMA dan potensi masuk perguruan tinggi harus menjadi dasar perencanaan. Bukan hanya angka anggaran tahunan.
Sebagai langkah awal, Trisno akan membangun big database. Data ini akan menjadi fondasi koordinasi dan perencanaan lintas sektor.
Ia mengakui, Kutai Timur sebenarnya sudah memiliki banyak data. Namun, masih tersebar dan belum sepenuhnya terhubung.
“Bukan soal siap atau tidak siap. Data yang terintegrasi adalah kunci agar program pemerintah daerah berjalan tepat sasaran,” tegasnya.
Dengan KAKs Mantap, Trisno berharap roda pemerintahan Kutai Timur bergerak lebih rapi. Lebih sinkron. Dan lebih berdampak langsung bagi masyarakat. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















