BONTANG, Pranala.co – Di tengah semangat Pemerintah Kota Bontang menggalakkan program Jumat Bersih, kenyataan di lapangan menunjukkan masih ada titik-titik yang luput dari perhatian.
Salah satunya adalah kawasan Pasar Taman Rawa Indah, yang kini dikeluhkan warga karena kondisi parit yang penuh tumpukan sampah dan pasir.
Pantauan di lokasi pada Minggu (18/5/2025), parit di dekat area Bank Kaltimtara, tak jauh dari pasar, tampak nyaris tertutup material. Sampah plastik, sedimen pasir, dan genangan air memenuhi saluran. Air hampir terlihat meluap hingga ke badan jalan, menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir dan gangguan kesehatan.
“Kalau dibiarkan terus begini, nanti musim hujan parah ini. Air bisa masuk ke dalam kios,” keluh Masitah seorang pengunjung pasar, Minggu (18/5/2025).
Program Jumat Bersih selama ini digadang-gadang sebagai solusi untuk menjaga kebersihan lingkungan kota, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan aparatur pemerintahan. Namun, realita yang terjadi di kawasan pasar ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pelaksanaan program masih perlu evaluasi.
Apalagi, Pasar Rawa Indah merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat Bontang yang ramai setiap hari. Lingkungan yang bersih dan saluran air yang lancar tentu menjadi kebutuhan dasar yang tak boleh diabaikan.
Warga dan pedagang berharap pemerintah segera melakukan pengerukan dan pembersihan. Selain itu, edukasi terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan diharapkan terus digalakkan, agar tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan semata.
“Jumat Bersih jangan hanya jadi formalitas. Kami butuh tindakan nyata,” lanjut Masitah.
Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, tak banyak berkomentar. Dia akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang.
“Baik Mas, akan kami koordinasi ke Dinas DLH dan PUPR,” jawabnya singkat. [ID/IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 2