Pranala.co, SANGATTA — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai mematangkan berbagai langkah strategis demi memastikan kenyamanan, keamanan, dan stabilitas kehidupan masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Timur yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Sangatta, Jalan A.W. Syahranie, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (10/2/2026).
Rakor lintas sektor ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengantisipasi berbagai potensi persoalan yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan bahwa rakor tersebut membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari evaluasi kondisi kamtibmas terkini hingga kesiapan pemerintah dalam menghadapi Ramadan.
“Pembahasannya cukup banyak, di antaranya terkait inflasi, ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan, serta aspek keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Ardiansyah.
Terkait ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), Pemkab Kutim akan menerjunkan tim khusus untuk melakukan pengawasan rutin terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat hingga ke tingkat pengecer. Pengawasan tersebut mencakup komoditas strategis seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji (LPG).
Selain pengawasan distribusi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius pada kondisi infrastruktur. Perbaikan dan pemeliharaan akses jalan akan dipercepat guna memastikan kelancaran distribusi bapokting ke seluruh wilayah Kutai Timur.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi teknis untuk mempercepat perbaikan infrastruktur, pemeliharaan rutin, serta penanganan titik-titik jalan yang rawan rusak,” jelas Ardiansyah.
Ia menegaskan, kelancaran distribusi bahan pokok menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi secara merata, efisien, dan tepat waktu.
Sebagai tindak lanjut konkret, Ardiansyah menyebut akan segera memanggil sejumlah perangkat daerah terkait untuk membahas langkah-langkah teknis lanjutan, termasuk kemungkinan penerbitan surat edaran.
“Tadi saya sampaikan, sekitar pukul setengah tiga nanti saya akan memanggil beberapa dinas terkait agar kita bisa segera mengambil tindakan yang diperlukan,” katanya.
Di sisi lain, aspek keamanan selama bulan Ramadan hingga Idulfitri juga menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah memastikan pengamanan wilayah akan dikawal secara ketat oleh aparat penegak hukum (APH) melalui skema pengamanan terpadu.
“Kami berharap masyarakat dapat menyambut bulan suci ini dengan penuh kekhidmatan, aman, dan tertib, serta tetap menjaga kebersamaan dan toleransi antarwarga,” tutur Ardiansyah.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif sepanjang Ramadan hingga perayaan Idulfitri mendatang. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















