Pranala.co, BALIKPAPAN — Menjelang bulan suci Ramadan, denyut pasar mulai terasa. Permintaan naik. Konsumsi meningkat. Pemkot Balikpapan pun bersiap.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan pasokan bahan pokok aman. Distribusi juga dijaga agar tetap lancar hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
Fokus itu ditegaskan Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar. Menurutnya, ketersediaan pangan menjadi prioritas utama pemerintah daerah tahun ini.
“Fokus kami pada 2026 adalah memastikan pasokan, khususnya komoditas pangan, tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar,” kata Haemusri, Selasa (20/1/2026).
Lonjakan permintaan menjelang Ramadan sudah menjadi pola tahunan. Karena itu, Disdag tidak ingin lengah. Koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat.
Mulai dari distributor, pelaku usaha, hingga instansi terkait. Tujuannya satu. Menjaga stok tetap aman. Menekan potensi gejolak harga.
Disdag juga bergerak bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Sinkronisasi program dilakukan sejak awal. Langkah antisipasi dipersiapkan lebih dini.
“Kami sudah menyelaraskan program dengan TPID menjelang puasa dan Idul Fitri. Pengendalian inflasi harus dilakukan sebelum harga naik,” jelas Haemusri.
Tak hanya pengawasan pasokan. Pemerintah juga menyiapkan intervensi langsung ke masyarakat. Salah satunya melalui pasar murah.
Program ini dirancang untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Terutama bagi kelompok rentan.
“Pasar murah kami siapkan untuk meringankan beban masyarakat menghadapi kenaikan harga,” ujarnya.
Rencananya, pasar murah akan digelar sebelum Ramadan. Lokasinya menyasar enam kecamatan di Kota Balikpapan. Jadwal dan teknis pelaksanaan tengah dimatangkan.
Pemerintah berharap langkah ini mampu menjaga daya beli masyarakat. Kebutuhan pokok tetap terpenuhi. Harga tetap terkendali.
Ramadan diharapkan datang dengan rasa tenang. Tanpa kecemasan soal pangan. Tanpa lonjakan harga yang memberatkan. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















