Pranala.co, BONTANG — Jalur laut masih menjadi celah rawan masuknya narkoba ke Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Fakta ini membuat kepolisian menaruh perhatian khusus pada kawasan pelabuhan. Pengawasan diperketat. Pencegahan terus digencarkan.
Satuan Reserse Narkoba Polres Bontang menyebut, pelabuhan memiliki peran strategis dalam lalu lintas orang dan barang. Di sisi lain, fasilitas pendukung pengawasan masih terbatas. Hingga kini, pelabuhan di Bontang belum dilengkapi alat pendeteksi narkoba.
“Kami terus mendorong pemerintah agar melengkapi fasilitas pendukung. Salah satunya alat pendeteksi narkoba yang saat ini belum tersedia,” kata Kasat Resnarkoba Polres Bontang, Iptu Larto, Selasa (30/12/2025).
Keterbatasan alat tidak lantas membuat pengawasan kendur. Satresnarkoba tetap melakukan pemantauan rutin di area pelabuhan. Setiap informasi dari masyarakat langsung ditindaklanjuti.
Polres Bontang juga sempat mewacanakan pemeriksaan khusus terhadap penumpang kapal. Langkah ini diproyeksikan sebagai upaya antisipasi peredaran narkoba melalui jalur laut. Namun, rencana tersebut belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Pemeriksaan penumpang kapal masih menjadi wacana. Untuk sementara kami fokus pada agenda pengamanan akhir tahun yang sudah terjadwal,” jelas Iptu Larto.
Di luar pengawasan langsung, upaya pencegahan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Tes urine rutin digelar. Sasarannya jelas. Karyawan pelabuhan, anak buah kapal (ABK), hingga buruh pelabuhan.
Langkah preventif ini dinilai penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba sejak dini. Sekaligus memastikan aktivitas transportasi laut di Bontang berjalan aman dan bersih dari narkoba.
“Tujuan utama kami melindungi masyarakat. Kami ingin memastikan transportasi laut aman dan bebas dari pengaruh narkoba,” tegasnya.
Polres Bontang juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif. Informasi sekecil apa pun dinilai sangat berarti dalam upaya pemberantasan narkoba.
“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan polisi sendiri. Dukungan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci utama,” pungkas Iptu Larto. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















