Pranala.co, PANGKEP – Akses utama menuju Tabo-Tabo Selatan hingga Lappa Liu–Bodonge itu semakin parah. Lubang besar bertebaran, permukaan jalan bergelombang, dan beberapa titik bahkan nyaris tak bisa dilintasi.
Kerusakan ini bukan baru terjadi. Warga mengatakan keluhan sudah disampaikan berkali-kali. Namun hingga kini belum ada perbaikan berarti. Setiap hari, pengendara roda dua maupun roda empat harus melaju pelan sambil “menari” menghindari lubang-lubang besar yang memenuhi badan jalan.
Saat hujan, risiko bahaya meningkat. Genangan air menutup permukaan jalan, membuat lubang dalam tak lagi terlihat.
“Sering sekali orang hampir jatuh. Lubangnya besar-besar. Kalau hujan, makin tidak kelihatan mana yang aman dilewati,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini mengganggu berbagai aktivitas warga. Anak sekolah harus berangkat lebih pagi. Warga yang hendak ke pasar atau fasilitas umum lain terpaksa menempuh perjalanan lebih lama karena harus ekstra hati-hati. Jalan itu merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa dusun dan pemukiman.
Pantauan pranala.co di lokasi menunjukkan kondisi yang benar-benar mengkhawatirkan. Pengendara motor menjadi pihak yang paling berisiko. Sepanjang kurang lebih satu kilometer, kerusakan tampak jelas dan membahayakan keselamatan.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu langkah konkret pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Mereka berharap perbaikan segera dilakukan sebelum terjadi kecelakaan yang lebih serius.
Media ini juga mencoba mengonfirmasi Kepala Desa Tabo-Tabo, namun hingga berita ini tayang belum mendapatkan respons. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















