Pranala.co, BONTANG – Harapan Pemerintah Kota Bontang membangun jalan layang di Jalan Kapten Tendean, akses utama menuju kawasan wisata Bontang Kuala, belum dapat terealisasi dalam waktu dekat. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi permanen banjir rob itu dipastikan belum masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan pemerintah daerah akan kembali mengusulkan proyek tersebut dalam pembahasan APBN 2027. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terus dilakukan sebelum penetapan anggaran nasional.
“Biasanya pembahasan APBN itu sekitar Agustus sampai September. Di situ kami harus pastikan anggarannya sudah diposkan atau belum,” ujar Agus Haris.
Ia menegaskan, kepastian dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi faktor krusial. Tanpa alokasi dana dari APBN, proyek jalan layang yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp170 miliar belum dapat dijalankan.
Jalan Kapten Tendean selama ini menjadi jalur vital masyarakat, sekaligus akses menuju kawasan wisata pesisir Bontang Kuala. Namun, hampir setiap tahun ruas jalan tersebut terendam banjir rob saat air laut pasang.
Kondisi itu kerap menghambat aktivitas warga, mulai dari anak-anak yang hendak berangkat sekolah hingga pekerja yang kesulitan mencapai tempat kerja tepat waktu.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Bontang menyiapkan skema cadangan apabila hingga pembahasan APBN 2027 belum ada kepastian pendanaan. Alternatif yang disiapkan adalah pembangunan trotoar di sisi kiri dan kanan Jalan Kapten Tendean melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Trotoar tersebut akan difungsikan sebagai jalur alternatif bagi pejalan kaki saat banjir rob menggenangi badan jalan.
“Kalau tidak ada kepastian dari pusat, mau tidak mau kita ambil skema trotoar. Karena memang sudah tidak ada alternatif lain,” tegas Agus Haris.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil demi memastikan mobilitas warga tetap berjalan meskipun akses utama terendam air.
Meski menyiapkan solusi sementara, Pemkot Bontang menegaskan pembangunan jalan layang tetap menjadi prioritas jangka panjang. Infrastruktur tersebut dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengatasi persoalan banjir rob yang berulang setiap tahun.
“Kami tetap fokus di jalan layang. Trotoar itu hanya alternatif darurat, sambil menunggu kepastian anggaran,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















