• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, April 2, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kolom

IKN Portal

Suriadi Said by Suriadi Said
6 Mei 2022 | 17:06
Reading Time: 5 mins read
1
Koperasi Kredit Bank Catatan Dahlan Iskan

Dahlan Iskan, Penulis.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

YEEEIIIII…. akhirnya saya tiba di Titik Nol Indonesia. Di ibu kota negara yang baru: Nusantara. Di pedalaman Kaltim itu.

Itu dua hari sebelum Lebaran kemarin. Saya paksakan ke sana. Toh pesawat saya balik ke Surabaya jam 14.00.

PILIHAN REDAKSI

Libur Lebaran 2026, 143 Ribu Wisatawan Kunjungi IKN

Libur Lebaran 2026, 143 Ribu Wisatawan Kunjungi IKN

25 Maret 2026 | 22:28
Belanja APBN di Kaltim Rp63,4 Triliun, Didominasi Proyek IKN IKN Dipersiapkan jadi Ibu Kota Politik pada 2028 Tol Akses IKN Akan Difungsionalkan pada 2025, Bebas Tarif di Tahap Awal

Belanja APBN di Kaltim Rp63,4 Triliun, Didominasi Proyek IKN

28 Januari 2026 | 09:00

Pagi itu saya berangkat dari Samarinda. Lewat jalan tol baru Samarinda-Balikpapan. Yang panjangnya 89 km itu.

Saya berangkat dari Hotel Mercure pukul 7 pagi. Di bulan puasa, pada jam seperti itu, kota masih sepi.

Dari hotel, saya belok kiri ke arah Pelabuhan Samarinda. Itulah pelabuhan mahal. Di tepian sungai Mahakam nan luas. Tiap tahun harus dilakukan pengerukan. Pendangkalan sungai Mahakam tak tertahankan.

Dari situ saya melewati Masjid Raya, Pasar Pagi. Bekas kampung kumuh. Dibangun ketika saya masih mahasiswa di sana. Lalu lewat Teluk Lerong, Islamic Center, sampai ke jembatan indah yang melengkung di atas sungai.

Rute itu perlu saya sebut secara khusus: itulah area main-main saya ketika masih mahasiswa di Samarinda. Ketika Islamic Center itu masih lahan Perhutani. Dan jembatan itu baru mimpi.

Itu juga rute saya cari berita. Dengan cara naik sepeda. Ketika saya baru belajar menjadi wartawan. Wartawan miskin di koran lokal yang juga miskin: Mimbar Masyarakat.

Dulu untuk ke bagian kota di Samarinda seberang harus naik sampan. Begitu banyak sampan berlalu-lalang. Termasuk sampan yang yang menjual kue ontok-ontok, sanggar, ketan berserundeng dan teh susu.

Kini sudah ada tiga jembatan besar yang menghubungkan dua sisi Kota Samarinda. Turun dari jembatan itu ada simpang tiga. Sebelum ada jalan tol, saya belok kanan menuju Balikpapan. Ketika pertama merantau ke Kaltim jalan itu pun belum ada.

Waktu itu dari Balikpapan harus naik kendaraan umum. Jeep lama Land Rover. Penuh sesak. Bergelantungan. Menuju Handil II. Lalu naik speed boat menyusuri sungai Mahakam. Ke arah hulu. Ke Samarinda. Speed boat ”Sapu Lidi” idola banyak orang.

Kemarin itu, turun dari jembatan besar saya langsung lurus. Melewati Stadion Palaran yang terlihat telantar. Itulah stadion yang dibangun ketika Kaltim jadi tuan rumah PON 15 tahun lalu.

Jalan kembar di depan stadion itu pun telantar separo. Parah. Sisi timurnya hancur. Tidak bisa dipakai. Sudah bertahun-tahun. Jadilah sisi barat jalan kembar ini menjadi jalan dua arah.

Begitu melewati stadion terlihatlah pintu tol. Itu ujungnya. Itu kilometer 89. Saya nanti harus exit di pintu tol km 36. Berarti akan menempuh 53 km saja.

Sepanjang perjalanan tol tidak perlu dilaporkan. Tidak ada yang menarik. Juga tidak ada exit di antara 89 – yang 36 itu. Rest area juga hanya ada satu. Itu pun sudah di dekat km 36.

Pemandangan kanan kiri juga biasa saja. Hutannya tidak ada lagi. Di sana-sini terlihat bekas galian batu bara. Yang tidak nyaman di mata.

Saya pun keluar dari tol di km 36 itu: exit Samboja/Sepaku. Ke kiri ke Samboja –kota minyak di zaman Belanda yang kini kota kelahiran Rina, finalis Dangdut Indosiar. Ke kanan, ke Sepaku. Ibu kota negara yang baru di kecamatan Sepaku itu.

Sebelum ini saya pernah mencoba exit 36. Sebelum Covid-19. Ketika jalan tolnya belum sepenuhnya jadi. Dari arah Balikpapan. Lalu balik lagi. Tujuan saya memang hanya mencoba tol baru.

Kali ini saya punya tujuan khusus: ke IKN. Sudah begitu heboh tapi saya belum pernah ke sana. Anda juga kan?

Kurang 1 Km dari exit itu tibalah di jalan lama Samarinda-Balikpapan. Saya ikuti jalan lama itu. Tidak sampai satu menit. Ada simpang tiga. Yang lurus ke Samarinda. Saya ikut yang belok kiri. Inilah jalan satu-satunya saat ini untuk menuju Titik Nol IKN.

Jalan masuk ini mulus. Dua jalur. Kanan kirinya hutan. Tidak lebat tapi rindang. Teduh. Sedikit naik turun. Tidak banyak kelokan tajam.

“Pinggir hutan ini harus dijaga. Jangan sampai dijarah rumah liar atau kaki lima,” kata saya dalam hati.

Biasanya, kalau lalu-lintas sudah ramai kelak, pinggir jalan seperti ini menjadi tidak indah lagi. Dan tidak ada yang peduli untuk mengamankannya.

Saya menikmati perjalanan di tengah hutan ini. Bayangan saya, seperti itulah sepanjang jalan menuju IKN. Hutan. Hutan. Hutan. Rindang. Rindang. Rindang.

Ups… tidak.

Hanya sekitar 20 menit yang seperti itu. Setelahnya, mulailah terlihat rumah kayu di pinggir jalan. Lalu warung. Syukurlah tidak banyak. Hanya terlihat satu menit sekali. Tidak sampai merusak suasana teduh di dalam hutan.

Saya pun kembali salah duga. Kian ke dalam ternyata kian ramai. Mulailah terlihat kampung kecil. Rumah-rumah kayu. Kian lama kian banyak kampung. Kian besar. Kian padat. Kian ramai.

Lalu terlihat gerbang sederhana. Itulah gerbang masuk wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Saking sederhananya sampai hanya seperti gerbang kampung. Ini tanda-tanda kurang baik. Benar.

Setelah gerbang itu tidak ada lagi hutan. Kanan kiri jalan sudah padat dengan rumah. Kayu. Beton. Campuran. Toko dan warung. Bengkel dan potong rambut. Deretan kampung itu tidak putus-putusnya. Jauh lebih panjang dari yang rindang tadi.

Lalu terlihat pula kota kecil. Itulah kota Kecamatan Sepaku. Padat. Sesak. Apalagi ketika memasuki down town Sepaku. Jalannya macet. Ada pasar yang ramai sekali. Sampai tumpah ke pinggir jalan.

Mobil saya pun merambat di jalan itu. Kadang harus berhenti agak lama. Kendaraan terlalu banyak. Rebutan aspal.

Saya tidak menyangka pedalaman ini sudah begitu padat penduduk. Itulah kawasan transmigrasi di masa lalu. Yang sudah berubah menjadi kampung besar dan kota kecil.

Saya memang pernah melewati jalan ini. Sekian puluh tahun lalu. Yakni ketika dari Samarinda ke Banjarmasin. Dari Kaltim ke Kalsel. Naik bus kecil jarak jauh. Satu harmal. Bus saya lewat jalan ini. Tapi malam hari. Tidak tahu apa-apa.

Ternyata di siang hari, sekarang ini, sudah begitu ramainya. Salahlah dugaan saya bahwa IKN itu jauh di tengah hutan nan sunyi. Jangan-jangan Anda juga mengira begitu.

Beberapa menit dari kepadatan itu terlihat bangunan bagus di kiri jalan. Agak jauh dari jalan raya Samarinda-Banjarmasin ini. Lalu terbaca papan nama di situ: Rumah Dinas Bupati Penajam Paser Utara. Yang ditangkap KPK barusan. Oh… Makanya bagus sekali.

“Lho ini ibu kota kabupaten?” tanya saya kepada mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy.

“Itu rumah singgah bupati,” jawabnya. “Dulu ada proyek peternakan sapi di sini. Kalau meninjau peternakan Pak Bupati tinggal di situ,” katanya.

Tidak jauh dari rumah bupati ini, terlihat pula ada kantor HTI –Hutan Tanaman Industri. “Kita sampai,” ujar mantan wali kota itu.

Maksudnya sudah sampai di IKN. Hanya sekitar 1 Km dari rumah bupati itu. Gerbang masuk IKN Nusantara ini ternyata hanya kurang dari 1 Km dari kantor HTI itu. Artinya, IKN ini berada di jalur jalan raya Samarinda-Banjarmasin. Bukan di tengah hutan belantara.

Dari jalan raya ini sudah terlihat portal pemeriksaan: masuk IKN. Siapa saja boleh masuk. Hanya harus melapor. “Kalau Sabtu Minggu sekitar 1.000 orang yang datang,” ujar petugas di situ. Semua ingin melihat ‘Titik Nol” IKN. Termasuk saya. (Dahlan Iskan)

 

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Tags: CatatanDahlan IskanDiswayHeadlineIbu Kota NusantaraKalimantan Timur
Previous Post

Ini Sebaran Lokasi Kawasan Perumahan di IKN yang Luasnya 10.529 Hektare

Next Post

7 Daerah di Kaltim Masih Berstatus Zona Kuning, Sisanya Zona Hijau Covid-19

BACA JUGA

Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Patah, Orang Dalam Bankaltimtara

24 Maret 2026 | 09:53
Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

22 Maret 2026 | 21:51
79 Tahun HMI, Dari Kaderisasi ke Demokrasi Etis di Tengah Krisis Keteladanan Politik

79 Tahun HMI, Dari Kaderisasi ke Demokrasi Etis di Tengah Krisis Keteladanan Politik

6 Februari 2026 | 18:01
Pembina

Pembina

5 Februari 2026 | 19:53
DBH Kaltim Hanya Rp2,49 TriliunKang Dedy, Kamil, dan Lucky OPINI: Menyoal Menteri dari Kaltim

DBH Kaltim Hanya Rp2,49 Triliun

8 Oktober 2025 | 11:13
Gratispol Terancam “Kada Pol”

Gratispol Terancam “Kada Pol”

5 Oktober 2025 | 17:48
Next Post

7 Daerah di Kaltim Masih Berstatus Zona Kuning, Sisanya Zona Hijau Covid-19

Comments 1

  1. Ping-balik: Resesi, Hati-Hati - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda Nasib Mal Lembuswana di Ujung Tanduk: DPRD Kaltim Siap Evaluasi Kontrak Sewa

Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda

25 Maret 2026 | 21:44
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24

Terbaru

Akhirnya, Neneng Chamelia bakal Dilantik jadi Sekda Definitif Samarinda Akhirnya, Neneng Chamelia bakal Dilantik Sekda Definitif Samarinda Tiga Kandidat Berebut Posisi Sekda Samarinda

Akhirnya, Neneng Chamelia bakal Dilantik jadi Sekda Definitif Samarinda

1 April 2026 | 20:56
Banjir Rob di Bontang Kuala Tak Kunjung Usai, Wali Kota Sambangi Kementerian PU

Banjir Rob di Bontang Kuala Tak Kunjung Usai, Wali Kota Sambangi Kementerian PU

1 April 2026 | 20:40
Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

1 April 2026 | 20:24
Kebijakan WFH ASN Masuk Kutim, Ini Skema yang Disiapkan Kutim Jajaki Dukungan Pusat untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman Hasil Rakornas 2026, Pemkab Kutim Kaji Program Perumahan hingga Sawit

Kebijakan WFH ASN Masuk Kutim, Ini Skema yang Disiapkan

1 April 2026 | 20:15

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved