Pranala.co, BALIKPAPAN — Usia 67 tahun bukanlah perjalanan singkat bagi sebuah institusi militer. Kodam VI/Mulawarman, sebagai garda terdepan pertahanan wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Momen HUT ke-67 Kodam VI/Mulawarman menjadi tonggak penting bagi satuan komando kewilayahan yang bertugas menjaga stabilitas pertahanan di tiga provinsi strategis tersebut.
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, menegaskan bahwa peringatan hari lahir satuan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum reflektif atas perjalanan panjang pengabdian yang telah dilalui.
“HUT satuan adalah cermin historis untuk menatap masa depan. Ia menjadi pengingat atas dedikasi yang telah diberikan, sekaligus penyemangat untuk terus membangun jiwa korsa dan semangat korps yang tinggi,” ujar Mayjen TNI Rudy saat acara syukuran peringatan HUT ke-67 Kodam VI/Mulawarman di Balikpapan, Kamis (17/7).
Peringatan kali ini, kata dia, mengusung tema “Dengan Semangat Baja, Siap Mengawal Pembangunan Menuju Indonesia Emas”. Maka Kodam VI/Mulawarman meneguhkan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional.
Mayjen TNI Rudy menyebut, di usia 67 tahun, Kodam VI/Mulawarman telah matang dalam menyikapi dinamika dan tantangan tugas.
Tidak hanya dalam konteks pertahanan, tapi juga mendukung percepatan pembangunan, menjaga keamanan masyarakat, serta memperkuat ketahanan wilayah.
“Kodam VI/Mulawarman telah menunjukkan jati diri sebagai institusi yang kuat, tangguh, dan berkarakter. Kami tidak hanya menjaga kedaulatan, tapi juga aktif membantu masyarakat,” tegasnya.
Bentuk nyata kontribusi itu, menurutnya, terlihat dari keikutsertaan prajurit dalam pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil, penanganan bencana, dan program ketahanan pangan.
Salah satunya melalui program Mulawarman Integrative Farming System, yang menggabungkan budidaya pertanian, peternakan, dan perikanan secara terpadu.
Dikatakannya, Kodam VI/Mulawarman juga menjalankan berbagai program sosial seperti TNI Manunggal Air, Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, hingga penghijauan melalui gerakan Bersatu dengan Alam.
Di bidang ketahanan wilayah, satuan ini terlibat langsung dalam pengembangan pertanian modern dan pembukaan lahan seluas 200 hektare untuk ketahanan pangan.
“Semuanya ditujukan untuk menyentuh langsung kepentingan rakyat. Itulah semangat baja yang menjadi landasan kami,” sebutnya.
Pangdam juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang selama ini telah bersinergi, mulai dari Polda Kalimantan Timur, Forkopimda, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama di tiga provinsi Kalimantan.
“Terima kasih atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan, sehingga Kodam VI/Mulawarman dapat melaksanakan tugas pokoknya dengan baik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Rudy memberikan pesan tegas kepada seluruh jajaran prajurit dan PNS Kodam VI/Mulawarman.
Dia menekankan pentingnya berpikir inovatif, tidak takut mencoba hal baru, namun tetap berlandaskan disiplin dan tanggung jawab.
“Kodam VI/Mulawarman butuh prajurit dan PNS yang mampu berpikir out of the box. Teruslah berinovasi, beradaptasi, dan berkontribusi dalam menjawab tantangan zaman,” tutupnya.
(SR)

















