Pranala.co, BONTANG – Hujan lebat kembali menguji daya tahan Kota Bontang. Air turun tanpa jeda sejak Rabu (7/1/2026) malam hingga Kamis (8/1/2026) dini hari. Sejumlah kawasan pun terendam banjir. Seperti cerita yang berulang setiap musim hujan.
Genangan air merambah permukiman warga. Tingginya bervariasi. Namun, di wilayah-wilayah langganan banjir, air bertahan cukup lama. Bahkan hingga siang hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Usman, menjelaskan penyebabnya. Curah hujan tinggi terjadi merata. Bukan hanya di kota, tetapi juga di wilayah hulu.
Akibatnya, aliran Sungai Bontang melambat. Air sulit surut. Banjir pun bertahan lebih lama.
“Curah hujan cukup tinggi dan merata, termasuk di hulu. Dampaknya, wilayah yang dilalui Sungai Bontang surutnya lambat,” ujar Usman, Kamis (8/1/2026).
Sejumlah kelurahan terdampak. Di antaranya Kelurahan Guntung, Berebas Pantai, Berebas Tengah, Api-Api, dan Belimbing.
Guntung kembali menjadi sorotan. Di Jalan Tari Enggang RT 4, RT 6, dan RT 11, air masih menggenang hingga pagi. Kedalamannya bervariasi. Di beberapa titik, setinggi betis orang dewasa. Bahkan sempat mencapai lutut.
“Guntung memang langganan banjir. Pagi tadi anggota masih memantau. Airnya masih cukup tinggi,” kata Usman.
Banjir juga merendam Kelurahan Berebas Pantai. Tepatnya di RT 2 dan RT 21. Sementara di Berebas Tengah, genangan terjadi di RT 06 dan RT 28.
Di Kelurahan Api-Api, kondisi tak kalah memprihatinkan. Di Jalan Imam Bonjol, tepatnya di turunan Polres Bontang, air mencapai sekitar 20 sentimeter. Hingga siang hari, genangan belum sepenuhnya surut.
“Wilayah yang tidak dilalui Sungai Bontang sudah mulai surut. Yang masih terendam cukup lama itu Guntung dan Api-Api,” jelasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, menambahkan potensi hujan susulan masih perlu diwaspadai. Cuaca belum sepenuhnya stabil.
Tim BPBD terus disiagakan. Pemantauan lapangan dilakukan secara berkala. Pendataan warga terdampak juga masih berjalan.
“Jumlah warga terdampak masih kami data. Tim masih di lapangan,” ujarnya.
Ismail mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Warga diminta mengamankan barang berharga. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada instalasi listrik agar terhindar dari risiko korsleting.
Jika air kembali naik, warga diminta segera melapor. Kesigapan menjadi kunci.
“Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko banjir,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















