Pranala.co, SAMARINDA – Program pembiayaan pendidikan Gratispol resmi diperluas. Pada tahun 2026, seluruh mahasiswa Kalimantan Timur (Kaltim) yang memenuhi syarat berhak mendapatkan pembiayaan uang kuliah tunggal (UKT).
Tidak terbatas pada mahasiswa baru. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan kebijakan ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2025, Gratispol hanya berlaku bagi mahasiswa semester awal.
“Untuk 2026, semua mahasiswa Kaltim yang memenuhi syarat mendapatkan UKT. Tidak hanya semester baru,” ujar Sri, Kamis (8/1/2026).
Perluasan ini menjadi penanda keseriusan Pemprov Kaltim membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pendidikan kembali ditempatkan sebagai prioritas utama.
Pada tahap awal, pendaftaran Gratispol dibuka khusus untuk mahasiswa aktif. Mulai dari semester dua hingga semester delapan. Syaratnya, mahasiswa tersebut menempuh pendidikan di wilayah Kalimantan Timur.
Waktu pendaftaran pun terbatas. Mahasiswa diminta segera melengkapi berkas administrasi karena pendaftaran akan ditutup 10 Januari 2026.
Skema pembiayaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Tidak disamaratakan. Untuk jenjang Profesi dan Strata 2 (S2), bantuan diberikan maksimal hingga semester empat.
Sementara mahasiswa Diploma 3 (D3) dan Strata 3 (S3) mendapat pembiayaan hingga semester enam. Jenjang Diploma 4 (D4) dan Strata 1 (S1) ditanggung sampai semester delapan. Sedangkan Spesialis Satu (Sp-1) memperoleh bantuan hingga semester sepuluh.
Sri menegaskan, program Gratispol tidak terdampak penyesuaian APBD akibat pemangkasan transfer dana dari pemerintah pusat.
“Gratispol pendidikan adalah program prioritas. Tidak dikorbankan,” tegasnya.
Pemprov Kaltim, kata Sri, menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyusun anggaran. Efisiensi dilakukan secara selektif, tanpa menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu langkahnya adalah penyesuaian pada kegiatan pendukung. Termasuk pengurangan kuota program perjalanan religi atau umrah gratis.
Langkah ini dilakukan agar alokasi anggaran bisa difokuskan pada program yang berdampak langsung. Seperti beasiswa pendidikan dan peningkatan layanan publik.
Ke depan, Pemprov Kaltim juga terus memperkuat kemandirian fiskal. Upaya dilakukan dengan menyeimbangkan komposisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana transfer dari pemerintah pusat. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















