Pranala.co, BALIKPAPAN — Krisis overkapasitas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan semakin mendesak untuk ditangani. Jumlah penghuni kini menembus 1.085 orang, padahal kapasitas ideal rutan tersebut hanya 306 orang. Artinya, kondisi hunian telah mencapai lebih dari tiga kali lipat batas normal.
Situasi ini tidak bisa lagi dibiarkan. Pihak rutan pun mengambil langkah cepat agar keamanan tetap terjaga dan pembinaan bagi warga binaan berjalan optimal.
Pada Selasa (18/11/2025), sebanyak 52 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) resmi dipindahkan ke Lapas Samarinda. Pemindahan ini menjadi bagian dari strategi utama untuk meredakan tekanan overkapasitas yang sudah berada pada tahap kritis.
Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, mengatakan bahwa kondisi rutan kian mengkhawatirkan sehingga pemindahan menjadi opsi paling aman untuk meminimalkan risiko gangguan keamanan.
“Kami berupaya meminimalisir potensi gangguan. Selain itu, pemindahan ini membuka peluang bagi warga binaan mendapatkan pembinaan yang lebih optimal,” ujar Agus.
Ia memastikan seluruh prosedur pemindahan mengikuti standar ketat. Para WBP yang dipindahkan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim medis. Sementara itu, bagian registrasi memeriksa ulang seluruh dokumen administratif agar tidak ada kesalahan data.
Untuk pengamanan, Rutan Balikpapan mengerahkan kendaraan khusus Transpas dan mobil tahanan. Pengawalan dilakukan secara ketat oleh petugas gabungan Rutan Balikpapan dan Polresta Balikpapan selama proses perjalanan menuju Samarinda.
Agus menambahkan, pemindahan ini tidak hanya soal mengurangi kepadatan. Lebih dari itu, langkah tersebut diambil demi memastikan WBP mendapatkan pembinaan yang lebih efektif dan lingkungan yang lebih kondusif.
“Harapannya, lingkungan baru akan membantu mereka menjadi individu yang lebih produktif dan patuh aturan,” jelasnya.
Kebijakan ini telah mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menangani kepadatan dan meningkatkan mutu pembinaan di lapas maupun rutan.
Dengan pemindahan ini, Rutan Balikpapan berharap tekanan overkapasitas sedikit mereda, sementara warga binaan mendapatkan kesempatan pembinaan yang lebih layak. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















