BALIKPAPAN, Pranala.co — Kecelakaan maut merenggut nyawa seorang pelajar di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 7, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Senin (6/4/2026) pagi. Insiden yang melibatkan sepeda motor dan dua mobil ini terjadi sekitar pukul 06.30 WITA, tepatnya di kawasan dekat Pop Steak.
Korban diketahui bernama Dimas Satria (18), pengendara sepeda motor Honda CB 150R dengan nomor polisi KT 6043 KL. Ia meninggal dunia di tempat setelah terlibat tabrakan dengan mobil Daihatsu Sigra nomor polisi KT 1610 YE yang dikemudikan Mu’alim (40).
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold KH Kumontoy, melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kompol Muhammad Djauhari, menjelaskan kecelakaan bermula saat korban dalam perjalanan menuju sekolah dari arah Samarinda ke Balikpapan.
Dalam perjalanan menuju SMA Negeri 6 Balikpapan, korban mencoba mendahului sebuah truk Mitsubishi Fuso nomor polisi A 8919 ZT yang dikemudikan Rusbani (34). Saat itu, korban masuk ke jalur kanan pada kondisi jalan lurus dengan marka garis kuning ganda utuh.
“Sesampainya di sekitar Kilometer 7, pengendara roda dua hendak mendahului kendaraan di depannya dengan masuk ke jalur kanan,” jelas Djauhari.
Namun, dari arah berlawanan melaju mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Mu’alim. Dalam proses tersebut, korban terjatuh lebih dahulu sebelum akhirnya membentur kendaraan roda empat.
“Pengendara roda dua terjatuh terlebih dahulu, kemudian membentur kendaraan roda empat. Korban terjatuh di tengah badan jalan, sementara sepeda motor juga mengenai kendaraan roda enam,” paparnya.
Polisi memastikan kondisi jalan saat kejadian dalam keadaan baik, beraspal, dan cuaca cerah. Meski demikian, faktor kelalaian manusia menjadi penyebab utama kecelakaan.
“Pengemudi kendaraan roda dua kurang berkonsentrasi dan mengambil jalur yang bukan miliknya,” tegas Djauhari.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang terlibat, serta mengumpulkan keterangan dari saksi dan pengemudi yang selamat.
Akibat kejadian ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 juta. Namun, kehilangan nyawa pelajar asal Kelurahan Muara Rapak tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga.
“Petugas sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan menyampaikan informasi kepada keluarga korban,” pungkas Djauhari. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















