Pranala.co, WASHINGTON — Skandal Jeffrey Epstein kembali mengguncang Amerika Serikat dan dunia internasional. Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Jumat (30/1/2026), mempublikasikan kumpulan dokumen baru yang memuat detail penyelidikan terhadap mendiang terpidana kejahatan seksual tersebut.
Dokumen yang dirilis jumlahnya tidak sedikit. Sekitar tiga juta berkas, dilengkapi 2.000 video dan 180 ribu foto, dibuka ke publik. Publikasi ini disebut sebagai tahap akhir pengungkapan yang direncanakan pemerintahan Presiden Donald Trump, sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
Wakil Menteri Kehakiman AS, Todd Blanche, menyampaikan bahwa pembukaan dokumen ini bertujuan memenuhi kewajiban transparansi negara, meski berpotensi kembali memantik kontroversi besar.
Jeffrey Epstein sendiri ditemukan meninggal dunia di sel penjaranya pada 2019, saat menghadapi dakwaan mengelola jaringan eksploitasi dan kekerasan seksual berskala luas. Meski telah wafat, kasus ini belum benar-benar reda. Publikasi terbaru kembali menyeret nama-nama tokoh berpengaruh dari dunia politik, bisnis, hingga hiburan.
Berikut sejumlah fakta penting yang mencuat dari dokumen yang populer disebut Epstein Files, sebagaimana dirangkum dari laporan Al Jazeera, Senin (2/2/2026).
Bantahan Bill Gates
Pendiri Microsoft, Bill Gates, menjadi salah satu nama yang kembali disebut. Dokumen baru memuat korespondensi internal yang menyinggung tuduhan pemerkosaan dan eksploitasi anak di bawah umur.
Melalui juru bicaranya, Gates membantah keras seluruh tuduhan tersebut. Ia menyebut klaim yang beredar sebagai tidak benar dan mengada-ada. Gates menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan kejahatan yang dituduhkan kepada Epstein.
Korespondensi Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson
Dokumen juga mengungkap email antara Epstein dan Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew dari Inggris. Dalam korespondensi itu, Epstein meminta Ferguson menyampaikan pernyataan yang menyangkal tuduhan pelecehan seksual terhadap dirinya.
Email tersebut berasal dari periode setelah Epstein dihukum pada 2008. Dalam salah satu balasan, Ferguson menyebut Epstein sebagai sosok yang memberinya dukungan emosional. Fakta ini kembali memicu kritik, mengingat Pangeran Andrew telah mundur dari tugas kerajaan pada 2019 dan dicabut gelar kehormatannya akibat kasus serupa.
Nama Mossad Disebut dalam Percakapan
Hubungan Epstein dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak turut disorot. Sejumlah email menyinggung kata “Mossad” dalam konteks spekulasi peran Epstein sebagai agen intelijen.
Dalam salah satu pesan, Epstein meminta Barak secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak bekerja untuk badan intelijen Israel tersebut. Barak sendiri tidak menanggapi isu tersebut secara langsung dalam korespondensi yang terungkap.
Dugaan Bunuh Diri Kembali Dipertanyakan
Dokumen terbaru juga memuat catatan internal penyelidik terkait kematian Epstein. Salah satu penyelidik mencatat bahwa pesan terakhir Epstein tidak menunjukkan pola khas bunuh diri, meski hasil resmi penyelidikan tetap menyimpulkan kematian itu sebagai bunuh diri.
Terungkap pula adanya upaya pengelabuan media saat pemindahan jenazah Epstein dari penjara, menggunakan properti untuk mengalihkan perhatian wartawan.
Nama Elon Musk Ikut Muncul
Pendiri Tesla, Elon Musk, tercatat pernah bertukar email dengan Epstein pada 2012–2013 terkait undangan berkunjung ke pulau milik Epstein. Namun, tidak ada kepastian apakah kunjungan tersebut benar-benar terjadi.
Hingga kini, Musk maupun perusahaannya belum memberikan tanggapan resmi atas dokumen tersebut.
Undangan untuk Menteri Perdagangan AS
Dokumen juga menyebut Howard Lotnik, Menteri Perdagangan AS, yang diundang Epstein ke pulau pribadinya pada 2012. Lotnik kemudian menjauhkan diri dan menyatakan telah lama memutus hubungan dengan Epstein, serta menyebut sosok tersebut sebagai menjijikkan.
Hubungan dengan Tokoh Politik AS
Ratusan pesan teks ramah antara Epstein dan Steve Bannon, mantan penasihat utama Presiden Trump, turut terungkap. Pesan tersebut membahas politik, perjalanan, hingga rencana pembuatan film dokumenter tentang Epstein.
Konteks pesan-pesan itu tidak sepenuhnya jelas karena banyak bagian yang disunting. Bannon belum memberikan pernyataan resmi.
Dokumen juga menyinggung percakapan Epstein dengan sejumlah tokoh politik lintas partai, termasuk mantan pejabat Gedung Putih dari era Presiden Barack Obama.
Suara Para Korban
Di tengah derasnya publikasi dokumen, kelompok korban Epstein menyampaikan kekecewaan. Mereka menilai pengungkapan ini belum cukup menjerat para pelaku yang terlibat dalam jaringan eksploitasi tersebut.
Dalam pernyataan bersama yang dikutip The New York Times, para korban menyebut identitas mereka kembali terbuka, sementara nama-nama pihak yang diduga terlibat justru masih dilindungi.
“Kasus ini belum selesai,” tegas pernyataan itu. Para korban berjanji akan terus memperjuangkan keadilan hingga semua pihak yang bertanggung jawab diadili.
Nama-Nama Besar Lainnya
Dokumen Epstein juga memuat nama sejumlah tokoh dunia lain, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, musisi Michael Jackson, hingga sejumlah mantan pejabat tinggi negara. Namun, penyebutan nama dalam dokumen tidak serta-merta berarti keterlibatan dalam tindak pidana. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















